Bali Belum Bebas Rabies
Ilustrasi. (BP/dok)

GIANYAR, BALIPOST.com – Di Kecamatan Sukawati, dalam sepekan ini terdapat 4 orang mengalami gigitan anjing. Korban terdiri dari 2 orang dewasa, dan 2 orang anak-anak.

Kepala UPT Puskesmas Sukawati, drh. Nyoman Arya Dharma dikonfirmasi Rabu (22/5) menyatakan kasus gigitan di Kecamatan Sukawati hampir setiap hari terjadi. Berdasarkan laporan, setiap hari ada saja korban gigitan anjing, meliputi korban digigit anjing rumahan maupun anjing liar. “Hampir setiap hari ada kasus gigitan anjing,” ujar Arya Dharma.

Dikatakan setiap hari petugas bisa menerima 1 hingga 3 kasus laporan gigitan anjing. Bahkan Rabu, ia menerima 2 kasus gigitan. Dominan kasus gigitan terjadi karena anjing yang terprovonaski. “Itu karena anjing terprovokasi (terganggu, red),” jelasnya.

Atas kasus tersebut, pihaknya langsung turun memberikan pertolongan. Yaitu mencuci bekas gigitan, kemudian memberikan vaksin antirabies (VAR). Beberapa hari ini, di Kecamatan Sukawati ada 4 korban digigit anjing. Para korban diantaranya, 1 orang di Banjar Pasekan, Desa Ketewel. Kemudian, 2 orang anak-anak dari Banjar Tengkulak Mas, Desa Kemenuh. Sementara 1 orang ibu dari Banjar Dentiyis, Desa Batuan.

Secara terpisah Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Ngakan Readi, juga mengakui tidak hanya di Kecamatan Sukawati, namun di seluruh wilayah Kabupaten Gianyar ada saja kasus gigitan anjing setiap harinya. “Setiap hari ada 1 kasus gigitan untuk kabupaten Gianyar,” jelasnya.

Baca juga:  Pasca Senderan Amblas Telan Korban, Pangempon Pura Gelar Pecaruan Balik Sumpah

Namun untuk kasus gigitan terbanyak memang terjadi di Kecamatan Sukawati. Menurutnya hal ini terjadi karena kecamatan tersebut, dari segi penduduk lebih padat. “Penduduknya padat dan majemuk, makanya banyak kasus terjadi di sana,” jelasnya.

Ngakan Readi menambahkan, kasus gigitan dominan terjadi akibat anjing terprovokasi. Melihat kondisi itu, pihaknya mengimbau kepada pemilik anjing atau orangtua mengajak putra dan putrinya waspada dengan kasus gigitan. “Biasa anak-anak main sama anjing, lalu kena gigit,” jelasnya.

Sementara itu mengenai penanganan, pihaknya rutin menggelar sosialisasi rabies sesuai SOP. Mengenai tingginya kasus gigitan, pihaknya akan turun mengecek anjing tersebut. “Korban kami minta mencari vaksin,” jelasnya.

Sedangkan, untuk anjingnya akan dipantau selama 2 minggu. “Kami ambil sampelnya. Kalau dua minggu anjing itu mati, berarti rabies,” tandasnya. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.