Personel SAR dan Polair Buleleng mencari nelayan yang hilang. (BP/mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Belum tuntas pencarian nelayan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Segara Gunung, Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng, kali ini kembali seorang nelayan hilang ketika melaut. Nelayan itu diketahui bernama Ketut Suwiana (51) yang tercatat sebagai anggota KUB Widya Mina Karya Sejahtra, Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula. Korban tidak kembali ke rumahnya setelah perahunya ditemukan di tengah laut, Senin (20/5), sekitar pukul 14.00 Wita.

Informasi dikumpulkan di lapangan menyebutkan, korban dilaporkan hilang oleh keluarganya. Sebelumnya dia berangkat menangkap ikan di laut bersama anaknya Made Ardiaman (25). Keduanya sama-sama menggunakan perahu melaut sekitar pukul 04.00 Wita. Harusnya korban sudah kembali, namun sampai siang tidak kunjung balik ke rumahnya. Kabar hilangnya korban diketahui setelah anaknya menemukan perahu yang digunakan menangkap ikan di tengah laut. Perahu bersama perlengkapan menangkap ikan itu selanjutnya dibawa ke darat.

Mendapat informasi korban hilang, anaknya bersama rekan-rekan sesama nelayan berusaha mencari, namun keberadaan korban belum ditemukan. Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada aparat desa dan anggota Polisi Perairan (Polair) Polres Buleleng.

Kapolsek Tejakula AKP I Wayan Sartika seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., membenarkan menerima laporan nelayan hilang tersebut. Keterangan sementara yang dihimpunnya menyebutkan korban bersama anaknya pergi menangkap ikan di lokasi rumah ikan (rumpun-red) di tengah laut. Keduanya berangkat sekitar pukul 04.00. Korban dan anaknya menggunakkan perahu sendiri-sendiri. Setelah beberapa saat di laut, korban berpamitan untuk pulang lebih awal. Tanpa curiga, anaknya mempersilakan ayahnya mendahului pulang.

Baca juga:  Cuaca Buruk, Nelayan Hilang Saat Melaut

Setelah siang hari barulah anaknya kembali ke daratan. Dalam perjalanan pulang, sang anak menemukan perahu tidak bertuan di tengah laut. Setelah didekati, ternyata milik korban. Ia kemudian berusaha mencari bersama rekan sesama nelayan. Hingga Selasa (21/5), korban belum ditemukan dan dinyatakan hilang. “Dalam pencarian awal kami berkoordinasi dengan Pos SAR Buleleng,” ujar Sartika.

Sementara itu, Koordinator Pos SAR Buleleng Dewa Hendri mengatakan, setelah mendapatkan laporan kejadian, pihaknya bersama anggota Polair dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng melakukan operasi pencarian. Sesuai standar operasional prosedur (SOP), operasi pencarian dilakukan selama tujuh hari setelah kejadian dilaporkan. Pada hari pertama, pencarian dari koordinat penemuan perahu milik korban. “Operasi pencarian lanjutannya kami melakukan eveluasi dulu,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.