Ilustrasi. (BP/dok)

Industri 4.0 membawa dampak ikutan yang sangat beragam di dunia ini. Pendekatan bisnis konvensional dan terori-teori komunikasi juga terkoreksi. Kini dunia bergerak dan terjebak pada pola pendekatan hidup yang serba praktis.

Tak saja dalam dunia bisnis, pendidikan dan sosial kemasyarakatan, kehidupan rumah tangga pun bisa bergeser. Kini manusia tak lagi harus lalu lalang untuk mendapatkan kemauannya. Cukup dengan berbekal aplikasi semua bisa dikelola dengan mudah.

Secara tak langsung dan pelan-pelan namun pasti peran manusia dalam kehidupan bisnis konvensional  diprediksi akan tergusur. Hanya manusia terlatih dan melek teknologi yang akan bisa eksis mengelola dunia dengan segala kenikmatannya pada masa mendatang. Ini adalah bukti nyata bahwa peradaban akan terus bergerak dan sejarah baru akan terus terjadi. Dalam dunia bisnis, misalnya kini ketika hypermarket dan mall-mall mulai sepi, traksaksi justru membukukan angka yang terus meningkat.

Transaksi di dunia online justru sangat padat. Operasional bank-bank di  kantornya yang kelihatan sepi namun operasionalnya di dunia maya justru lebih krodit dari kenyataan di kantornya. Ini menandakan ada pergeseran yang jelas di muka bumi ini. Manusia merasakan nikmat di dunia maya.

Di bidang komunikasi, media cetak yang dulunya menjadi raja dan menguasai dunia publikasi dan iklan, kini perannya mulai disaingi oleh media digital. Online yang tumbuh pesat dan tanpa kontrol kini menjadi pilihan banyak pihak untuk mendapatkan informasi.

Inilah warna dunia saat ini. Kita tentu tak mungkin menjauh dari pergerakan dan ganasnya industri 4.0 yang menjadikan teknologi sebagai basis kekuatan di semua sektor industri, jasa dan mungkin juga pengelolaan peradaban.

Terlepas dari apa yang kita saksikan saat ini, kita juga mulai terjebak dengan dunia digital ini. Generasi  zaman now yang dikenal dengan generasi paling inovatif di muka bumi ini mengelola hidupnya secara lebih praktis. Generasi milenial juga tak ambil pusing dengan peradaban sebelumnya, ketika mereka mulai tumbuh dan dibesarkan oleh orangtuanya.

Baca juga:  Rekonstruksi SDM yang Berdaya Saing

Generasi milenial yang akrab dengan paket data, aplikasi dan dinamika dunianya saat ini menjadi generasi paling nyaman saat ini. Untuk bepergian kemana-mana mereka tak perlu lagi mendatangi travel agent untuk beli tiket.

Cukup dengan aplikasi mereka sudah bisa mendapatkan fasilitas terbang. Bahkan untuk  akomodasi hal serupa juga terjadi. Pemesanan kamar hotel juga tak memerlukan energi yang banyak. Aplikasi dan beragam kemudahan telah tersedia di Hanphone-nya. Artinya, dunia tanpa Handphone kini seolah mati.

Dalam urusan kuliner, kini juga menawarkan beragam kemudahan dan sensasi. Sistem aplikasi telah membuat generasi muda bisa memesan aneka makanan dari rumah. Ini tentu menjadi salah satu ruang bisnis yang  prospektif di masa depan.

Paket  layanan antar yang kini ditawarkan tumbuh subur dan memberikan penghasilan tambahan bagi sejumlah orang. Bahkan warung-warung yang dulu sulit dijangkau karena jaraknya kini bisa mengirim makanannya ke sudut- sudut kota dengan cepat dan pasti. Inilah peradaban baru yang dipicu oleh industri 4.0. Dan industri ini tampaknya akan makin canggih seiring makin banyaknya temuan-temuan digital yang memanjakan manusia.

Namun, apapun yang kita rasakan saat ini tentu akan memiliki implikasi sosial yang patut kita waspadai. Dunia digital diprediksi akan mengaburkan nilai-nilai sosial kemasyarakatan di kemudian hari. Kondisi inilah yang harus diantisipasi sejak dini agar ruang simakrama dan komunikasi personal termasuk kelompok sosial tetap terbangun.

Negara harus hadir dan melakukan pendekatan regulasi yang memastikan bahwa ruang publik dan ruang sosial tetap terawat di tengah maraknya industri digital yang memanjakan manusia. Jika ini tak dilakukan dunia akan menjadikan manusia sebagai makhluk individual dengan gayanya masing-masing.

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.