piutang
Direktur RSUD Karangasem dr. Wayan Suardana. (BP/gik)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Dana kebencanaan erupsi Gunung Agung tahun 2017 hingga pertengahan Mei 2019 belum dibayar. Klaim yang ada di RSUD Karangasem mencapai Rp 1,4 miliar. Kondisi itu membuat operasional rumah sakit terganggu. Pihak rumah sakit berharap klaim itu segera dibayar.

Dirut RSUD Karangasem I Wayan Suardana mengungkapkan, klaim dana kebencanaan erupsi Gunung Agung sejak tahun 2017 sampai sekarang sebesar Rp 1.423.148.600. “Sampai kini belum ada kejelasan terkait pembayaran klaim itu,” jelasnya di Amlapura, Selasa (14/5).

Ia mengaku tidak tahu siapa yang bakal membayarkan klaim tersebut, apakah BNPB atau BPBD Karangasem. Pihaknya tidak bisa berbuat banyak tetapi berharap klaim segera dibayarkan. Apalagi sudah cukup lama masalah ini tidak menuai kejelasan. “Tidak hanya di RSUD Karangasem klaim belum dibayar, hampir semua kabupaten juga sama,” tegasnya.

Baca juga:  Dibebaskan, Biaya PJP4U dalam Recovery Dampak Erupsi Gunung Agung

Menurut Suardana, belum dibayarnnya klaim sangat berpengaruh terhadap kinerja RSUD Karangasem terkait penambahan obat-obatan, makanan pasien, pemeliharaan gedung dan kegiatan lainnya. Sebab, rumah sakit tidak mendapat subsidi dari pemerintah daerah, karena murni mengandalkan pendapatan dari perawatan pasien. “Kami hanya bisa berharap segera dibayar,” tandasnya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.