SEMARAPURA, BALIPOST.com – Proses pencarian Kausal Aditya (24), WN India, yang tersambar ombak di Tebing Devil’s Tears, Desa Lembongan, Nusa Penida, dihentikan, Senin (13/5). Penghentian pencarian setelah selama tujuh hari, tidak membuahkan hasil.

Selama tujuh hari dilakukan penyisiran di tengah laut. Petugas sangat minim petunjuk untuk menemukan keberadaan korban.

Kasi Operasi dan Siaga Ida Bagus Surya Wiryawan, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, menyampaikan proses pencarian pada Senin menjadi hari terakhir. Sebab, sesuai aturan, pihaknya berkewajiban melakukan pencarian selama tujuh hari.

Meski demikian, upaya untuk menemukan keberadaan korban bukan langsung terhenti. Pihaknya tetap membuka diri, kalau ada informasi petunjuk dari pihak-pihak tertentu. “Terakhir, korban mengenakan baju putih dan celana biru. Kalau masyarakat yang biasa melintas di sana, kemudian menemukan keberadaan korban, harap segera diinformasikan. Tentu akan kami tindaklanjuti. Kami tetap terbuka untuk itu,” kata Surya Wiryawan.

Proses pencarian terakhir, kembali melibatkan satu unit RIB (Riggid Inflatment Boat) 10 meter Basarnas dan satu unit RIB serupa dari Sat Polair Polda Bali. Ditambah, satu speed boat dan tiga perahu karet.

Pencarian juga dibantu nelayan lokal setempat. Proses pencarian difokuskan di sekitar wilayah jatuhnya korban. Tetapi, tetap saja hasilnya nihil.

Sementara itu, pihak keluarga korban terus berupaya mendorong semua pihak untuk menemukan Kausal Aditya. Bahkan, setelah datang ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, pihak keluarga korban kata Surya Wirawan, menyebar selebaran kepada masyarakat Bali, bagi yang bisa menemukan korban akan diberikan imbalan. “Cara itu inisiatif dari keluarga korban. Bukan dari kami. Tetapi, kami sebelumnya sudah menyebar informasi kepada seluruh nahkoda speed boat, apa bila menemukan korban, harap segera disampaikan,” tegasnya.

Baca juga:  Karena Ini, Sejumlah Kawasan di Kutsel Alami Gangguan Pasokan Air

Pihaknya tidak berani memastikan, apakah korban masih dalam keadaan hidup atau sudah meninggal, sebelum korban benar-benar ditemukan. Tetapi, melihat kronlogis peristiwa, hingga pencarian hari ke tujuh juga hasilnya nihil, kecil kemungkinan korban masih dalam keadaan selamat.

Sebelumnya, ganasnya ombak di sekitar Tebing Batu Belek atau dikenal wisatawan dengan nama Devil’s Tear kembali memakan korban, Selasa (7/5) siang. Seorang wisatawan asing asal India, Kausal Aditya (24) seketika hilang dari atas tebing, setelah tersambar ganasnya ombak yang naik ke atas tebing itu.

Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Putu Gede Ardana meminta wisatawan maupun warga lainnya, agar lebih berhati-hati saat berada di tempat tersebut. Jangan terlalu dekat dengan bibir tebing, agar tidak membahayakan diri.

Pemerintah daerah berencana memasang pagar dari kayu secara bertahap. Tujuannya membatasi wisatawan yang berkunjung ke tempat itu. (Bagiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.