MANGUPURA, BALIPOST.com – Penataan kawasan Pantai Kedonganan bagian selatan, mulai dikerjakan. Kondisi pantai yang sebelumnya kotor, mulai dibersihkan.

Sebuah alat berat digunakan untuk meratakan pasir pantai yang sebelumnya berantakan. Menurut Bendesa Adat Kedonganan, Wayan Mertha penataan kawasan pantai ini, bukan berarti akan menghilangkan keberadaan nelayan di sana.

Kesejahteraan nelayan di sana, dikatakan, juga akan ditingkatkan. Fungsi bangsal milik nelayan akan tetap dipertahankan, namun akan diatur.

Tidak seperti saat ini yang kondisinya tidak tertata. Bangunan yang sudah ada, yaitu 6 bangunan bangsal, dua bangsal diantaranya akan digunakan untuk aktivitas nelayan. Sedangkan empat bangunan sisanya akan disulap menjadi mini beach club.

Sementara, untuk penempatan jukung juga ditata dan dirapikan. Sedangkan, kawasan pantai yang berada di selatan Pura Segara, rencananya akan dibuatkan obyek yang menggabungkan aktivitas nelayan dan wisata. “Seperti beach club, yang mana wisatawan bisa sambil minum kopi, maupun makan, sambil mandi dan berenang serta berjemur di atas long chair,” katanya, Jumat (10/5).

Baca juga:  Cuaca Tak Bersahabat, Sejumlah Nelayan di Ujung Pilih Tak Melaut

Dijelaskan Mertha, rencana penataan ini dilakukan karena saat ini nelayan sudah sangat sulit mencari ikan. Selain itu, nelayan juga terkendala wilayah tangkapan ikan yang cukup jauh, serta alat untuk menangkap ikan yang semakin mahal. “Mereka harus dikembangkan aktivitasnya. Tidak hanya menangkap ikan, namun juga menggaet turis,” pungkasnya.

Proyek ini ditargetkan bisa selesai dalam tiga bulan. Sehingga saat Mina Wisata Festival pada September, penataan sudah rampung.

Terkait pembiayaan untuk penatan, Mertha yang juga dosen di STP Bali ini mengungkapkan, dibiayai Desa Kedonganan. Diperkirakan, penataan ini akan menghabiskan biaya sebesar Rp 300-400 juta. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.