DENPASAR, BALIPOST.com – Minimnya minat baca generasi muda Indonesia dan dunia umumnya, memunculkan gerakan membagi buku secara gratis oleh McDonald’s. Program global yang bertujuan meningkatkan hasrat baca generasi muda ini dimulai pada 2001 di Swedia.

Menurut Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia, Caroline Kurniadjaja, Jumat (10/5), selama ini McDonald’s dikenal sebagai distributor mainan terbesar karena suksesnya penjualan Happy Meal yang usianya sudah 40 tahun. Karena turunnya minat baca generasi muda, McDonald’s menginisiasi Happy Meal Readers. “Kami memberikan pilihan pada konsumen yang membeli Happy Meal untuk memilih buku atau mainan,” katanya.

Ia mengakui sejak diberlakukannya kebijakan ini mulai 2014 di Indonesia, terjadi penurunan jumlah penjualan Happy Meal. “Namun karena ini komitmen kami untuk meningkatkan minat baca, program pemberian buku gratis setiap pembelian Happy Meal tetap dilaksanakan,” ujarnya.

Namun, konsepnya dibuat lebih menarik. Misalnya untuk 2019 hingga 2020 ini, Happy Meal Readers bermitra dengan Cressida Cowell, penulis buku cerita anak terkenal di dunia yang telah menerbitkan serial buku laris How to Train Your Dragon. Cressida meluncurkan seri buku berjudul Treetop Twins Adventures (Petualangan Si Kembar Treetop). “Seri buku yang dibuat eksklusif untuk McDonald’s ini akan menampilkan 12 cerita, dengan dua judul buku yang dirilis setiap dua bulan hingga Februari 2020. Khusus untuk pasar Indonesia, buku-buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia,” paparnya.

Buku-buku tersebut bisa didapatkan dengan membeli Paket Happy Meal dari McDonald’s. Dua judul buku pertama dari seri Petualangan Si Kembar Treetop ini, yaitu Si Kembar Bertemu T-Rex dan Si Kembar Menemukan Diplodocus sudah tersedia di semua restoran McDonald’s di Indonesia mulai 12 April 2019. “Kami berharap program Happy Meal Readers ini akan membantu mengembangkan budaya membaca di Indonesia, selain juga sebagai bentuk komitmen McDonald’s Indonesia mendukung upaya perusahaan dalam menyatukan dan semakin mempererat hubungan keluarga,” ujarnya.

Lebih dari 400 juta buku didistribusikan McDonald’s di seluruh dunia melalui Happy Meal. Dimulai dengan Swedia yang menawarkan Happy Meal Book untuk anak-anak pada 2001.

Baca juga:  Perpustakaan dan Literasi Akar Rumput

Dalam rangkaian Happy Meal Readers tersebut, McDonald’s mempersiapkan serangkaian kegiatan berupa Happy Readers Fun Day yang diisi Talkshow dan Sharing Session tentang pentingnya menanamkan minat baca pada anak sejak usia dini. Juga cara mendongeng dan berbagai aktivitas menyenangkan yang dilakukan anak bersama orang tua mereka.

Rangkaian acara tersebut dilakukan di beberapa kota, seperti Jakarta pada 27 April 2019 dan Surabaya pada 4 Mei 2019. Sementara, Bali digelar Sabtu (11/5), sedangkan kota-kota lainnya dilakukan setelah Idul Fitri. “Antusiasme dan kepedulian McDonald’s pada pendidikan anak tertuang dalam sebuah gagasan besar melalui rangkaian kegiatan Happy Meal Readers 2019 ini. Pada rangkaian kegiatan ini, kami ingin mengingatkan peran penting orang tua dalam memberikan pengetahuan akan pentingnya membaca buku pada anak sejak dini dan mempererat hubungan orang tua dan anak dengan mendongengkan sebuah cerita atau membaca bersama anak,” ujar Sutji Lantyka, Associate Director of Communication McDonald’s Indonesia.

Psikolog anak dan keluarga dari Klinik Terpadu Universitas Indonesia, Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., membagikan fakta menarik tentang manfaat membaca sejak usia dini. Ia mengatakan kebiasaan membaca sejak dini akan meningkatkan sisi kognitif dan bahasa anak. “Anak-anak usia dini memiliki memori yang kuat dan sedang berada dalam tahap pembentukan karakter. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk membiasakan membaca kepada anak-anak mereka. Dengan membaca, anak-anak akan terstimulasi kreativitasnya. Nantinya hal tersebut juga mempengaruhi kognitif pada anak,” ujar Anna

Sementara Gery Puraatmadja, yang sering dipanggil Paman Gery, seorang pedongeng terkenal, berbagi mengenai manfaat serta tips dan trik mendongeng kepada anak. “Selain mengembangkan kreativitas, mendongeng mampu mengembangkan daya imajinasi, kosakata anak, serta mempererat hubungan antara anak dan orang tua. Perkembangan sosial dan emosional anak juga akan menjadi lebih baik apabila orang tua berperan secara langsung dalam pengembangan edukasi anak antara lain melalui mendongengkan kisah-kisah terbaik dari buku cerita.” (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.