SINGARAJA, BALIPOST.com – Kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk di Kota Singaraja terjadi Rabu (8/5). Rumah milik pasangan suami istri (Pasutri) Dewa Putu Cakra (76) Jro Padma (72) warga Lingkungan Kali Baru, Kelurahan Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng luluh lantak akibat terbakar.

Selain bangunan rumah, perlengkapan rumah tangga, sepeda motor, sepeda gayung, peralatan elektronik dan sejumlah tabung elpiji milik korban hanga tersisa puing. Beruntung, korban dan keluarga sedang tidak di rumah, sehingga tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini.

Seorang saksi di lokasi kejadian Gede Wantah (61) menuturkan, saat sedang istirahat sekitar pukul 12.00 Wita, dia tiba-tiba melihat asap hitam mengepul di dalam kamar rumah korban yang dalam keadaan kosong. Ketika didekati, saksi terkejut melihat dengan cepat membesar.

Saat itu juga, dia beteriak “kebakaran,” sehingga warga berhamburan mendatangi lokasi kejadian. Tak berselang lama, api semakin membesar membakar perlengkapan rumah tangga milik korban.

Bahkan, di saat api berkobar, ia mendengar lima kali ledakan yang diduga berasal dari tabung elpiji tersimpan di dalam rumah. “Saya baru saja selesai makan siang dan ada asap di dalam rumahnya. Saat keluar rumah api sudah membesar membakar barang dan sepeda motor yang parkir di halaman rumah. Tabung elpiji juga terbakar dan sempat terdengar ledakan sampai lima kali,” katanya.

Warga semakin panik setelah api terus membesar dan khawatir akan merembet ke bangunan di sebelah utara dan selatan. Beruntung, petugas Dinas Pemadam Kebaaran (Damkar) Buleleng tiba di lokasi kejadian.

Baca juga:  Hanguskan 4 Bangunan, Sehari Sebelumnya Sudah Terjadi Kebakaran Kecil

Tiga unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi kejadian. Api berhasil dipadamkan sekitar satu jam setelah kejadian.

Pemilik rumah, Dewa Putu Cara bersama istrinya Jro Padma di lokasi kejadian menceritakan, sebelum kejadian, kompor dan dupa bekas sembahyang di rumahnya sudah dipadamkan. Bahkan, korban juga memastikan alat listrik dan jaringan kabel listrik di rumahnya dalam kondisi baik.

Namun ketika ditinggal beraktivitas, dirinya mendapat kabar kalau rumahnya terbakar. Setelah ditengok, pasangan suami istri (pasutri) yang sudah lanjut usia ini tercengang melihat rumah yang ditinggali bersama keluarganya itu hanya tinggal puing. “Kalau bapak pergi ngojek dan saya ngayah di pura. Kompor padam dan dupa bekas sembahyang juga sudah padam, tapi setelah dikasi tahu rumah sudah terbakar,” katanya.

Di sisi lain Dewa Putu Cakra mengaku, selama ini dia tinggal bersama anak-anaknya dalam bangunan terpisah. Dirinya menempati satu rumah agak di depan yang sekaligus untuk tempat menaruh beberapa tabung elpiji yang dijual.

Di lokasi ini anaknya juga sering menaruh sepeda motor. Sedangkan, anaknya menempati dua ruang di bangunan yang agak di belakang. Diguga, saat kebakaran, api dengan cepat membesar karena barang mudah terbakar. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.