DENPASAR, BALIPOST.com – Berawal dari security (satpam) di sebuah restaurant yang cukup terkenal di Bali, I Made Muska Adi (34) yang akrab disapa Muska ini nekat memutuskan untuk resign. Ia pun aktif menjadi driver Gojek sejak April 2017.

Penghasilan saat menjadi security hanya gali lubang tutup lubang. Saat menerima gaji, ia pulang hanya membawa amplop kosong karena sudah dipakai membayar hutang. Demikianlah kehidupannya dulu.

Kini, menjadi mitra Gojek kehidupannya berubah. Ia bisa menambah kendaraan baru dan mulai bisa menabung. Padahal dulu, jangankan untuk menabung, memenuhi kebutuhan keluarga saja pas-pasan. “Ada teman yang menyarankan di Gojek. Padahal dia sudah nawarin sejak 2015, tapi saya belum berminat. Teman saya awalnya kerja di hotel di daerah Nusa Dua sebagai security, pindah ke Gojek dan fokus di Gojek. Taraf hidupnya berubah lebih baik liat sendiri. Saya juga begitu, ketika di Gojek selalu saja ada uang,” tutur pria asal Suwung Kauh, Denpasar ini saat ditemui Sabtu (4/5).

Penghasilan sehari-harinya di Gojek mencapai Rp 300.000. “Semenjak itu saya bisa beli motor. Untuk kebutuhan keluarga mencukupi. Sampai sekarang poin saya 25, bonus naik Rp 115.000,” imbuhnya.

Bekerja menjadi driver Gojek juga fleksibel. Saat ingin bekerja, ia bekerja dengan optimal. Namun ketika tak ingin bekerja, bisa mematikan aplikasi.

Baca juga:  Nikkei Asia Prize 2019 Diberikan ke CEO Gojek

Per hari ia mengambil 18 sampai 20 orderan baik Go-Food, Go-Shop, Go-Ride, Go-Send, dan Go-Mart. Biasanya ia mangkal di daerah Seminyak. Tak jarang ia menerima orderan dari turis-turis.

Selama menjadi driver Gojek, jalannya tak selalu mulus. Diakui ada suka dukanya, namun semua dijalaninya dengan baik.

Ban motor pecah saat tengah malam, bertemu customer cerewet maupun jutek sudah biasa. Modalnya hanya ramah, sopan, dan berusaha memberi pelayanan prima ke customer. “Ketika dihargai sama customer, di sana kita merasa senang,” ungkapnya.

Ayah dua anak ini setiap harinya aktif bekerja mulai pukul 05.00 Wita tanpa kenal lelah serta tidak pernah pilih-pilih order. Sehingga tidak mengherankan ia bisa mendapatkan predikat Driver of the Month 2 bulan berturut-turut yaitu pada Juli dan Agustus 2018. “Saya juga tidak mengerti penilaiannya, saya engga nyangka dapat bintang 5 dan penghargaan ini, tapi saya selalu memberi pelayanan lebih ke customer,” tuturnya.

Banyak keuntungan yang ia dapat dari penghargaan itu seperti parsel, sembako, dan voucher bengkel. Saat ada event-event khusus Gojek, ia juga diundang.

Belum lama ini ia diundang ke event Gojek dan bertemu pemain Bali United. Selain itu ia juga juga mendapat undangan gathering dari Gojek sebagai wujud apresiasi Gojek pada driver. (Adv/balipost)

1 KOMENTAR

  1. Syukurlah..tapi bagaimana dengan driver yang menanggung derita…kenapa selalu berita” yang waahh yang di sorot.pernah ada kejadian driver bawa order gosend di aplikasi tertera nama barang makanan naasnya makanan ini jatuh dan tidak ketemu singkat cerita dilakukan mediasi di kantor gojek parahnya custmer ngaku itu perhiasan minta ganti rugi karna driver tidak sanggup motor driver disita sama custamer untuk gantirugi barangnya itu disita di hadapan orang” kantor gojek..MIRiS..

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.