DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam dunia perekonomian, sudah dikenal beragam jenis investasi. Setiap jenis investasi tentu
berbeda-beda karena punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Ada jenis investasi yang memerlukan banyak modal dan ada yang hanya perlu sedikit modal. Ada juga investasi
dengan risiko tinggi, tetapi tidak jarang pula investasi yang hampir bebas dari risiko.

Berbagai jenis investasi tersebut tentu mempengaruhi skema investasi itu sendiri. Sejauh ini, skema investasi seperti apakah yang sudah kamu pilih? Sudahkah kamu mempunyai perencanaan investasi dengan jumlah yang besar? Ataukah saat ini kamu sudah mempunyai investasi berisiko tinggi, tetapi mampu menghasilkan keuntungan besar?

Dari beraneka ragam jenis investasi, sudahkah mengenal trading forex? Trading forex ini adalah suatu bentuk investasi dengan skema memperoleh uang melalui mekanisme menjual ataupun membeli mata uang yang satu dengan mata uang
lainnya.

Tentu saja skema investasi tersebut memerlukan strategi untuk bisa menghadirkan keuntungan. Untuk itu, kamu harus mempunyai sebuah perencanaan. Kamu dapat membuat perencanaan dengan berdasarkan pada pergerakan pasar.

Tak hanya itu, kamu wajib memperhitungkan jumlah lot yang dimiliki agar perencanaan yang dilakukan benar-benar tepat sesuai jangka waktunya. Ketika melakukan transaksi saham forex, terdapat beragam perencanaan yang wajib dilakukan.

Perencanaan tersebut berupa trading plan serta strategi trading. Lalu, apa sajakah perbedaan antara kedua perencanaan trading tersebut? Kamu bisa membaca dan memahami setiap aspek perbedaan dari kedua jenis perencanaan tersebut dalam ulasan Swara Tunaiku di bawah ini.

– Strategi Trading

Strategi trading adalah aturan ataupun cara investor untuk dapat masuk ataupun keluar dalam perdagangan. Dalam strategi trading ini, terdapat langkah singkat ketika menganalisis pasar.

Sebagai contoh, jika pasar bergerak datar atau biasa dikenal dengan sebutan sideways, investor mampu menganalisisnya menggunakan strategi Bollinger ataupun pola price pattern. Sebaliknya, jika pasar berada pada era trending, investor mampu menganalisisnya
menggunakan strategi moving average.

Baca juga:  Triwulan IV 2018, Segini Ekonomi Bali Diprediksi Tumbuh

Strategi ini cocok digunakan untuk menganalisis kondisi pasar dengan tepat, sehingga mendapatkan saham yang terbaik. Kamu harus benar-benar memahami bagaimana strategi moving average ini agar mampu membaca peluang
terbaik dengan saham yang optimal.

Dalam menganalisis, kamu wajib menggunakan strategi yang tepat digunakan di setiap kondisi. Hal tersebut mengarahkan investor untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.

Sebaliknya, jika kamu salah strategi, tidaklah untung, tetapi justru buntung atau merugi. Karenanya, jangan sampai kamu terlalu tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Cermati dan pilihlah yang
terbaik.

– Trading plan

Trading plan adalah suatu perencanaan lengkap meliputi trading yang nantinya digunakan investor. Di dalamnya juga terdapat perhitungan untung dan rugi yang digunakan investor, kalkulasi lot yang digunakan, periode waktu (short term atau long term), serta pengelolaan uang
lainnya.

Beberapa perhitungan ini sangat penting demi mendapatkan keputusan yang terbaik. Trading plan merupakan suatu dokumen penting untukmu yang menjadi trader retail guna mendukung investasi di pasar forex.

Memang beda ceritanya jika kamu adalah investor murni. Investor murni yang nantinya menitipkan dana ke trader yang mengelola uang tidak perlu mempunyai dokumen ini.

Demikianlah perbedaan antara strategi plan dan trading plan. Keduanya sama-sama menjadi suatu perencanaan dalam trading forex. Akan tetapi, spesifikasi dari keduanya tentu sangatt erbeda.

Karenanya, kenali keduanya dan gunakan dengan baik demi mendapatkan saham terbaik dengan keuntungan yang optimal. Jangan sampai terbalik dalam mengenali kedua perencanaan tersebut. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.