DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam rangka Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI di Provinsi Bali, Komisi VI DPR RI melakukan rangkaian kegiatan peninjauan dengan beberapa instansi terkait. Pada hari pertama, Kamis (2/5) lalu, rombongan komisi VI DPR RI meninjau nasabah UKM Bali binaan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM. Lokasi peninjauan bertempat di Rumah Nasabah Minuman Estrak Buah Gek Ayu, Jalan Raya Munggu No. 68 Desa Cepaka, Tabanan Bali.

Kegiatan Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR dihadiri oleh H. Dito Gannduto (Pimpinan), Mohamad Hekal (Pimpinan) , H. Inas Nasrullah Zubir (Pimpinan), beserta 29 anggota dan Staf Komisi VI DPR RI. Acara dihadiri juga oleh Direktur Bisnis 1 PNM, Abianti Riana, EVP ULaMM dan Jasa Manajemen PNM, Rahfie Syaefulshaaf, dan Isa Iman selaku pimpinan cabang PNM Bali, beserta jajaran PT PNM (Persero).
Pada kesempatan tersebut, turut hadir pula mendampingi agenda Kunker Komisi VI DPR RU dari Tim Teknis Kementerian BUMN, yaitu Kepala Bidang JKJSK II, Abdi Mustakim dan Pratomo Aji, Kasubid JKJSK II, beserta staff Kementerian BUMN.

Pada agenda kunjungan kali ini, beberapa nasabah unggulan binaan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Bali, yaitu Gek Ayu Rusmini usaha Herbali & Lemonic (Minuman Kesehatan), Bambang Hartono usaha Inni Kulit (Perajin Kulit Bali), Amin Suhandi usaha Bai Jegeg (Produksi Oleh-oleh, Pie Susu, Kacang Disco), I Wayan Sudiartha usaha Kerajinan Perak, Ketut Mirta usaha Kerajinan Alat Musik, Ni Made Septariani usaha Kerajinan Daun Pandan, dan Ni Wayan Purnami usaha Kerajinan Daun Ental. Para nasabah unggulan binaan PT PNM ini memamerkan produk-produk unggulan mereka dihadapan seluruh rombongan Komisi VI DPR RI.

Baca juga:  World Parliamentary Forum Lahirkan Deklarasi Bali

Direktur Bisnis 1 PNM, Abianti Riana, mengatakan PNM terus berperan dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan dan pendampingan usaha-usaha kepada pelaku usaha ultra mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui dua produk unggulan, yaitu Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dan Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera).

Rahfie Syaefulshaaf selaku EVP Bisnis ULaMM dan Jasa Manajemen menambahkan, bahwa PT PNM akan terus berkomitmen dalam uapaya memberikan pendampingan kepada pengusaha UMKM. Hal tersebut diwujudkan melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). PNM secara berkala dan berkelanjutan memberikan pelatihan, pembinaan, motivasi dan lain sebagainya guna meningkatkan produktivitas dan kelas usaha nasabah binaan.

Dalam menentukan bentuk kegiatan PKU, PNM melakukan pendalaman terhadap kendala dan peluang usaha para nasabah, sehingga program PKU dapat tepat sasaran dan berdampak. Pendampingan dan pembinaan pun diberikan secara berkala dan berkelanjutan. Saat ini PNM memiliki 2.457 kantor layanan, yang terdiri dari 62 kantor cabang PNM, 624 kantor layanan ULaMM dan 1.770 kantor cabang Mekaar. (Adv/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.