Kepala SMK Saraswati 1 Denpasar Wayan Reta saat melepas lulusan ditandai pengalungan insinye. (BP/eca)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kepala SMK Saraswati 1 Denpasar, Drs. I Wayan Reta,M.PSi., Selasa (30/4) kemarin melepas 287 lulusan siswa kelas XII. Siswa SMK (SMEA) Sarasawati 1 Denpasar ini sukses menjalani UNBK secara mandiri, UKK dan ujian sekolah.

Dari jumlah itu 228 siswa dari Program Keahlian Akuntansi dan 59 orang dari Program Keahlian Administrasi Perkantoran. Saat itu Kasek I Wayan Reta menyampaikan berita gembira karena siswanya Putu Widnya Permata Dewi meraih juara nasional bidang fotografi. Pada 2 Mei besok Putu Widnya Permata Dewi diundang mengambil hadiah dan piala pada puncak Hardiknas di Kemendikbud Jakarta.

Kasek I Wayan Reta didampingi Waka Kesiswaan Putu Yorniasih,S.Pd,, M.Pd., Waka Kurikulum G.A. Hendrastuti ,S.Sos, M.M., Waka Sarpras, Ni Ketut Sheri,S.Pd., Humas Dra. Ni Nyoman Suriati,M.Pd., menekankan bahwa lulusannya tidak boleh menganggur karena peluang kerja masih luas di masyarakat. Makanya dia menyarankan lulusan SMK Saraswati 1 Denpasar tidak boleh memilih-milih pekerjaan. Untuk itu ilmu dan keterampilan yang diberikan selama sekolah di SMK Saraswati 1 Denpasar sudah sesuai dengan tuntutan dunia kerja. Bahkan dia menyarankan lulusannya untuk menggarap sector informal di Bali yang kini dilirik oleh penduduk pendatang.

Dia mengatakan hampir 80 persen lulusannya setelah tamat langsung bekerja. Masa tunggu lulusan yang lain hanya 2 bulan sudah mendapatkan pekerjaan. Sisanya melanjutkan studi dan bekerja sambil melanjutkan studi.

Dia ingin lulusan SMK Saraswati 1 Denpasar bekerja sesuai kompetensi keahliannya. Namun juga tidak bisa, tak masalah mengambil pekerjaan lain, sambil melanjutan studi. Bahkan sejumlah siswanya juga bekerja di Jepang sebagai pegawai spa. “Langkah iniperlu ditiru, agar kita tak disebut jago kandang,” tegasnya.

Baca juga:  Sertifikasi dan Etos Kerja Guru

Dia juga berbangga karena sebagian siswanya sudah melakoni bisnis online saat masih belajar. Di antaranya dalam bidang fashion, kosmetik dan kuliner. Sekalipun di luar kompetensi yang diajarkan, bagai Wayan Reta, tak masalah, daripada dia menganggur. Sebab belajar ke sekolah bukan hanya menuntut ilmu namun juga menambah wawasan, menggali potensi, merencanakan bisnis dan networking lewat pelajaran kewirausahaan setiap semester.

Sekolah di Jl. Kamboja ini kini banyak dilirik calon siswa baru. Banyak siswa SMP yang sudah melihat dan menitipkan nama di sekolah ini. Hal ini karena sekolah ini memiliki faslitas lengkap, banyak memiliki guru produktif, dan 50 persen gurunya sudah S-2.

Untuk memperkuat kualitas, SMK Saraswati 1 Denpasar mulai tahun ini menambah muatan unggulan Akuntansi dan Administrasi Rumah Sakit dan Akuntansi dan Administrasi Perhotelan. Seba menurut Wayan Reta, dua bisnis ini memerlukan tenaga kerja yang spesialis di bidangnya.

Tahun ini SMK Saraswtai 1 Denpasar akan menerima enam kelas siswa baru masing-masing untuk Program Keahlian Akuntansi, Administrasi/Manajemen Perkantoran, Pemasaran dan Perbankan. Dua kompetensi yang terakhir ini sangat laris di pasar kerja.

Sekalipun berbasis bisnis, Kasek I Wayan Reta menegaskan siswanya banyak mengukir prestasi di lomba puisi. Anak-anak Teater Takhta SMK Saraswati 1 Denpasar meraih juara I lomba musikalisasi puisi se- Bali, juara III lomba dramatisasi puisi Reinkarnasi Budaya se- Bali di Unud. Juga juara II musikalisasi puisi tingkat umum di Denpasar Book Fair 2018. Mereka dibina oleh Ngurah Arya Dimas Hendratno. (Adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.