Simulasi pemungutan dan penghitungan suara yang dilaksanakan KPU Jembrana. (BP/kmb)

NEGARA, BALIPOST.com – KPU Jembrana, Selasa (9/4) menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara di TPS III Desa Budeng, Kecamatan Jembrana. Di TPS ini jumlah pemilih  sebanyak 273 orang. Ketua KPU Jembrana I Ketut Gede Tangkas Sudiantara didampingi anggota komisioner Ketut  Adi Sanjaya mengatakan simulasi ini digelar untuk mengetahui kendala yang dihadapi petugas KPPS saat proses pemungutan dan penghitungan suara. Tangkas juga mengatakan semua peralatan TPS, petugas KPPS hingga pemilihnya sesuai dengan yang sebenarnya. Hanya saja surat suara yang digunakan bukan surat suara yang asli namun menggunakan nama buah-buahan.

Simulasi juga untuk mengukur waktu pencoblosan serta sejauh mana kesiapan petugas KPPS menjelang pemilu serta untuk mengetahui kendala yang dihadapi petugas KPPS.
Dengan ini diharapkan nantinya ketika hari H tiba para petugas KPPS sudah siap dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Serta mampu menghadapi kendala saat proses pemilihan dan penghitungan suara.

Menurutnya kendala awal masih ada kebingungan di PPS terkait penghitungan suara. Bahkan simulasi hampir satu jam menghitungan di awal. Sehingga masih ada kebingungan saat mulai pembukaan kotak dan penghitungan suarat suara di awal.

Baca juga:  Anggaran Pemilu di Bali Rp 205,768 Miliar, KPU Karangasem Terbesar

Dalam simulasi pemungutan suara di TPS, beberapa warga mengaku Pemilu tahun ini lebih ribet dibandingkan sebelumnya.

Warga mengaku kebingungan dalam melipat kembali surat suara, lantaran ukuran surat suara yang cukup besar terutama surat suara untuk pemilihan DPR RI, DPRD Provinsi hingga kabupaten kota.

Guna menarik minat warga untuk mengikuti simulasi ini, KPU Jembrana memberikan sovenir berupa payung atau gelang tangan, nasi bungkus serta uang tunai Rp 100 ribu per orang.
Divisi Teknis KPUD Jembrana I Ketut Adi Sanjaya mengatakan dari 273, pemilih yang datang hingga pukul 12.00 sebanyak 219 orang atau 80 persen. Termasuk penyandang disabilitas satu orang.

Salah seorang KPPS mengatakan pemilih yang tidak datang karena bekerja di Denpasar. “Karena ini hanya simulasi sehingga mungkin yang kerja di Denpasar tidak datang. Nanti tanggal 17 April kan libur semoga mereka datang apalagi pas odalan juga di pura,” jelasnya. (kmb/Balipost)

 

 

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.