SINGARAJA, BALIPOST.com – Hujan lebat hujan deras memicu bencana tanah longsor di Dusun Kelodan, Desa Madenan, Kecamatan Tejakula Jumat (5/4) sekitar pukul 19.45 Wita. Bencana itu mengakibatkan tiga rumah permenan milik warga setempat tertimbun tanah dan material senderan yang ambruk.

Satu rumah rusak berat dan dua lainnya mengalami kerusakan sedang. Dari kejadian ini, kerugian materi yang dialami para korban sekitar Rp 200 juta.

Inforasi dikumpulkan di lapangan Sabtu (6/4), rumah milik Gede Supadma (39) rusak berat. Bahkan, dia dan keluarganya harus mengungsi ke rumah tetangganya, karena ruang kamar dan perlengkapan rumah tangga tidak bisa diselamatkan setelah tertimbun tanah longsor.

Sementara dua rumah lainnya masing-masing milik Luh Nari (72) dan Wayan Janji (70) mengalami kerusakan sedang. Salah seorang korban Gede Supadma mengatakan, sebelum kejadian dirinya bersama keluarganya sedang beristirahat di dalam rumah.

Kebetulan saat itu, hujan deras melanda Desa Madenan dan sekitarnya. Ketika isitrahat di dalam kamar, tiba-tiba dia mendengar suara gemuruh di belakang rumah.

Saat ditengok, suara gemuruh itu semakin kuat hingga tembok rumahnya bergetar.  Tidak disangka, suara gemuruh itu diikuti dengan ambruknya senderan di belakang rumahnya.

Tanah dan bongkahan batu kali pun menimbun rumahnya. Beruntung, dia dan bunya berhasil berlari, sehingga tidak terjadi korban jiwa.

Baca juga:  Memprihatinkan, Kondisi Lapangan Kapten Mudita

Supadma mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga dan perlengkapan rumah tangganya. Dia pun sekarang harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Saat hujan itu ada suara gemuruh, lalu tembok terasa bergetar dan saat itu senderan ambruk dan menimbun dua ruang kamar rumah kami. Beruntung cepat lari ke luar, dan tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga sehingga semua tertimbun,” katanya.

Selain rumah Supadma, ada dua rumah warga lainnya juga terdampak. Hanya saja, kerusakannya dikategorikan sedang di mana kerusakan pada bagian tembok belakang, atap, dan bagian rumah lainnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Ida Bagus Suadnyana mengatakan, bencana tanah longor itu diterima malam hari dan Tim Reaksi Cepat (TRC) telah dikerahkan ke lokasi. Timnya itu kemudian melakukan assessment di lokasi kejadian.

Hasilnya, senderan dengan tinggi sekitar 15 meter ambruk setelah hujan deras melanda Desa Madenan dan sekitarnya. Senderan itu longsor diduga karena tidak kuat menahan beban di atasnya saat hujan menggerus tanah.

Selain membantu korban membersihkan material tanah longsor, timnya juga menghitung kerugian akibat bencana ini. Hasilnya, total kerugian para korban akibat bencana ini mencapai Rp 200 juta. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.