Wayan Renteb saat menata barang dagangan pada Pasar Sementara di Lapangan Sutasoma. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah diharapkan memberikan pengamanan ekstra di tempat relokasi pedagang Pasar Seni Sukawati, yang bertempat di lapangan Sutasoma, Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar.  Tambahan keamanan bisa melibatkan Satpol PP Gianyar, khususnya untuk berjaga saat malam.

“Kami harap pemerintah menjamin keamanan saja, ” tandas salah seorang pedagang Wayan Edi, Minggu (31/3).

Pria asal Kelungkung ini pun berharap pemerintah memberikan kemanan ekstra di Lapangan Sutasoma. Tambahan keamanan itu bisa dengan menerjunkan petugas Satpol PP Gianyar, khususnya untuk berjaga saat malam. ” Kami harap pemerintah menjamin keamanan saja, ” tandasnya.

Menurut Wayan Edi, beberapa pedagang yang sudah angkat kaki dari bangunan Pasar Seni Sukawati justru mengaku membawa barang dagangan ke rumahnya. “ Barang dagangan saya simpan di rumah dulu, mumpung disini juga masih persiapan, disampaing itu petugas kemanan juga belum ada terlihat, “ ucapnya.

Sementara pantauan di Lapangan Sutasoma, hampir seluruh blok di bangunan tersebut sudah berisi lemari dan meja milik para pedagang Pasar Seni Sukawati. Namun hampir seluruh pedagang belum ada yang membawa barang dagangan ke pasar ini, kecuali I Made Renteb yang sudah membawa lukisannya di lokasi tersebut.

“ Sudah sejak kemarin saya membawa lukisan kesini, setelah pindah dari Pasar Seni langsung saya bawa barang kesini, “ ucap Made Renteb.

Baca juga:  Untuk Keamanan Wisata Bahari, Tiga Menara Pantau Akan Dibangun

Di pasar sementara ini ia pun mendapat dua blok untuk menempatkan lukisannya. Melindungi dari hujan saat malam lukisannya itu hanya ditutup menggunakan terpal.

“ Ya sekarang memang sering hujan saat malam, ya saya tutup terpal saja, astungkara lukisan tidak ada yang rusak, “ kata pria asal Karangasem yang sudah bertahun-tahun berjualan di Pasar Seni Sukawati itu.

Disinggung terkait kekhawatiran banyak pedagang karena  petugas jaga belum beroperasi di Pasar Sementara itu, Renteb mengaku pasrah dengan hal tersebut. Namun ia berharap pemerintah memastikan keamanan barang dagangan di pasar itu.

“Kami ini warga yang sedang pindah, tidak punya tempat lain, kalau masih manusia tidak akan tega mencuri barang dagangan kami, “ ucapnya.

Renteb juga berharap ada pembeli yang datang ke Pasar Sementara di Lapangan Sutasoma ini. Ia sendiri menjual lukisan dengan harga berfariatif dari Rp 50 Ribu hingga Rp Rp 700 Ribu per pices nya. “ Disini saya menyimpan 50 lebih lukisan, mudah-mudahan nanti ada yang beli, “ tandasnya. (manik astajaya/balipost)

 

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.