Salah satu rumah di Candikusuma kebanjiran dampak hujan deras pada Sabtu malam. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Hujan deras yang mengguyur Sabtu (30/3) malam, mengakibatkan sejumlah wilayah di Jembrana kebanjiran. Dari pengamatan, di wilayah Barat, tepatnya Kecamatan Melaya dan Negara mengalami banjir tersebut. Seperti permukiman di Candikusuma , Tuwed dan Banyubiru.

Tidak ada korban dalam kejadian tersebut, namun hingga Minggu (31/3), sejumlah titik masih tergenang air. Seperti di Banjar Moding Kaja, Desa Candikusuma, Melaya sedikitnya lima KK (Kepala Keluarga) rumahnya kebanjiran. Sejumlah warga yang terdampak banjir itu mengaku pasrah. Hujan yang mengguyur selama kurang lebih empat jam telah merendam rumah mereka dan merusak perabotan dalam rumah. Seperti yang dialami Made Sedana (65) salah seorang warga yang terkena dampak banjir. Iapun rugi hingga sekitar Rp 5 juta lantaran dagangannya seperti beras, kopi dan lain-lain rusak terendam banjir.

Ia tak menyangka hujan deras Sabtu malam lalu, mengakibatkan banjir yang masuk ke toko kelontong miliknya. Ketinggian air menurutnya hingga sekitar 100 cm. Dan kebetulan, sejumlah berang dagangan toko ditaruh dibawah. “Ya banyak yang terendam, terutama beras. Sudah gak mungkin digunakan karena basah,” keluhnya.

Hal serupa juga dialami Nengah Usadi (50). Warga yang rumahnya juga kebanjiran hingga setinggi lutut orang dewasa ini juga tak menyangka air akan naik. Sekitar pukul 20.00 WITA ia melihat air sudah mulai masuk ke rumah. Namun yang paling parah sekitar pukul 23.00 WITA.

Baca juga:  Hujan Deras, Dapur dan Kamar Mandi Warga Amblas

“Hujan sempat reda. Tapi malamnya besar lagi sampai air naik lagi,” ujar dia.

Antisipasi agar tidak terjadi kerusakan, sejumlah perabot elektronik dicabut dari sambungan listrik. Ia juga sempat memukul kentongan agar warga lain juga waspada karena air naik itu. Naiknya air itu juga berxampak pada tembok penyengker miliknya jebol.

Kepala Kewilayahan Banjar Moding Kaja, Ketut Dwi Antara membenarkan adanya banjir itu. Dan di lokasi itu masuk wilayah rawan banjir lantaran berada di lokasi yang rendah. Untuk mengantisipasi itu, warga dan banjar rencananya akan membuat jalan air (got). Sehingga air tidak tertahan dan bisa mengalir ke tempat yang lebih rendah. Selokan itu nantinya juga langsung mengarah ke sungai.

Akibat banjir Sabtu malam, tembok penyengker rumah warga juga ambruk. Bahkan selain perlengkapan rumah tangga, ribuan kelapa butiran milik warga hanyut tersapu banjir. (Suryadharma/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.