AMLAPURA, BALIPOST.com – Imbauan untuk tidak melakukan aktivitas pendakian ke puncak Gunung Agung sudah terus disuarakan. Tapi kenyataanya, masih saja ada yang melakukan pendakian.

Kali ini dua warga negara asing (WNA) yang nekat mendaki dan tersesat di Gunung Agung karena tidak tahu jalan menuju ke bawah. Tim gabungan terdiri dari unsur Basarnas, Relawan Pasebaya, Rapi Karangasem, dan petugas dari TNI-Polri, berhasil mengevakuasinya, Jumat (29/3) malam.

Salah seorang relawan, I Komang Eka Saputra mengatakan, kedua wisatawan yang tersesat tersebut bernama Frank (22) asal Belanda dan George (21) asal Norwegia. Kata dia, kedua bule ini ditemukan pada ketinggian 1 km dari puncak kawah. “Tim gabungan berhasil menemukan keduanya sekitar pukul 21.30 Wita. Saat ditemukan keduanya dalam kondisi lemas karena kehabisan bekal,” ujarnya.

Eka Saputra mengatakan, saat pencarian tim gabungan memang mengalami sedikit kendala. Pasalnya, untuk menemukan keduanya harus melewati tepi jurang yang sangat curam ditambah dengan kondisi sekitar yang gelap.

Untuk itu, dibutuhkan kesabaran untuk menemukan kedua pendaki tersebut. “Jalur evakuasi yang dilalui memang sangat berisiko. Meski begitu, tim gabungan akhirnya berasil mengevakuasi keduanya dengan selamat sampai ke bawah,” katanya.

Dia menjelaskan, keberadaan pendaki asing itu sebelumnya sudah diketahui warga sejak sehari sebelumnya. Sebab, ada yang melihat kerlip lampu yang berayun menuju puncak Gunung Agung.

Baca juga:  Aktivitas Gunung Agung Naik Lagi, Abu Vulkanik Mengarah ke Barat Laut

Keberadaan pendaki itu sempat tidak terdeteksi, karena hari berubah siang dan tidak nampak lagi kerlip lampu yang dibawa pendaki. Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem, I Gusti Ngurah Eka mengatakan, setelah menerima laporan dari Pasebaya Agung, pihaknya bersama anggota lainnya langsung meluncur ke Pura Pasar Agung Sebudi, Selat untuk bersama-sama melakukan pencarian tersebut.

“Kita lakukan pencarian terhadap dua pendaki itu dari Pura Pasar Agung. Korban kita temukan dalam keadaan terperosok. Sehingga dibutuhkan tali untuk menarik korban menuju ke atas dsn selanjutnya dibawa ke bawah. Keadaan korban hanya mengalami lecet-lecet di paha dan tangan,” jelas Ngurah Eka.

Kalak BPBD Karangasem, Ida Bagus Arimbawa, menyayangkan aksi nekat yang dilakukan dua wisatawan tersebut. Pasalnya selama ini pihaknya sudah berkali-kali mengeluarkan imbauan dan larangan kepada warga untuk melakukan pendakian. “Kita berharap ini yang terakhir dan tidak ada lagi warga atau wisatawan yang melakukan pendakian. Karena itu sangat berbahaya. Bisa mengancam keselamatan karena aktivitas gunung masih tinggi dan sering erupsi,” tegas Arimbawa. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.