Surya Paloh. (BP/ant)

MANADO, BALIPOST.com – Menutup kunjungan kerjanya selama dua hari di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), pada Jumat (29/3), Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh berkunjung ke salah satu kantor media di kota itu. Ini adalah kunjungan kedua setelah pada Pemilu 2014 Surya juga datang ke kantor tersebut.

Dalam kesempatan itu, Surya berbagi pengalamannya sebagai seorang pelaku senior dalam bidang usaha media massa. Menurut Surya, media massa harus berperan sebagai alat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Saya sudah berkecimpung di dunia media massa saat pers belum sebebas sekarang,” ceritera Surya.

Mengenai peran dan fungsi pers, Surya mengatakan di tengah suasana kompetisi pemilu yang keras seperti saat ini, media memiliki peran vital untuk menjaga stabilitas keamanan dan ekonomi bangsa. Jika tidak, bukan tidak mungkin media bisa menjadi salah satu pemicu perpecahan kehidupan berbangsa dan bernegara. “Suasana kompetisi pemilu saat ini agak keras. Jika salah-salah langkah maka akan berisiko terhadap stabilitas negara,” paparnya.

Baca juga:  Jaga Netralitas, PNS Diminta Tak "Like" Postingan Caleg

Semua pihak, kata politisi kawakan itu, baik pemerintah, partai politik, termasuk media massa memiliki tanggung jawab atas kemajuan pembangunan yang ada di Indonesia. Surya menilai Indonesia di bawah Pemerintahan Joko Widodo telah berada di jalur yang benar dalam membangun bangsa. “Kita semua mempunyai PR untuk membangun negara ini. Pemerintahan yang sekarang sudah berjalan sesuai dengan jalur yang benar. Jangan sampai bangsa ini ke luar jalur kembali;” tambahnya.

Surya juga mengatakan dia tidak ingin kehilangan keberagaman yang seutuhnya dalam bingkai NKRI. Keberagaman tersebut berpotensi menghilang jika kemenangan salah satu calon pemimpin bangsa syarat dengan politik aliran.

“Kalau politik-politik aliran yang menang dalam pemilu nanti, di mana mereka akan melihat kita sebagai suatu kesatuan bangsa yang beragam. NasDem memiliki prinsip untuk menghilangkan tirani mayoritas terhadap minoritas. Di situlah prinsip demokrasi yang baik,” katanya. (Diah Dewi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.