Ilustrasi. (BP/dok)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Kebakaran karena kabel di kawasan Badung mulai sering terjadi. Bahkan, dalam sebulan ini kabel terbakar sudah empat kali terjadi. Dua diantaranya terjadi di wilayah Kuta, sisanya di dekat LP Kerobokan dan di Mengwi.

Menurut Camat Kuta, Nyoman Rudiarta, Kamis (28/3), untuk di wilayah Kuta, memang kebakaran kabel tersebut cukup meresahkan. Mengingat kebakaran tersebut terjadi di kawasan pariwisata yang cukup padat lalu lintasnya.

Selama ini, masalah kabel tersebut juga menjadi sorotan masyarakat. Karena selain dipasang melintang di atas, kondisinya juga cukup semrawut. Hal ini tentu rawan terbakar akibat terjadi gesekan.

Pihaknya mengharapkan, sebagai destinasi pariwisata internasional, tentunya wajah Kuta perlu dijaga. Untuk keamanan, keberadaan kabel yang melintang diatas haruslah diminimalisir, apalagi keberadaan kabel tersebut menggantung di atas trotoar. “Faktor safety harus benar-benar diperhatikan, karena pariwisata menyangkut aspek sapta pesona. Baik keamanan, kenyamanan keindahan dan sebagainya. Wisatawan banyak yang berjalan-jalan di trotoar tersebut,” pungkasnya.

Diakuinya, selama ini pihaknya bersama dengan lurah-lurah di Kuta tidak pernah mengetahui keberadaan kabel-kebel yang menggantung tersebut. Sebab, pihak pemasang dan pemilik utilitas tidak pernah berkoordinasi dengan pihaknya.

Baca juga:  3 Bangunan Villa dan Rumah Warga di Jimbaran Hangus Terbakar

Padahal, koordinasi tersebut dinilainya sangat penting. Hal itu juga sebagai komitmen tanggung jawab pihak terkait dalam menjaga asetnya dan mencegah penilaian negatif akan keberadaan kabel tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, manajer PLN Rayon Kuta, Putu Karyana mengatakan, salah satu kabel yang terbakar di Kuta bukanlah kabel PLN. Sebab kabel itu jenisnya adalah kabel fiber yang memang mudah terbakar.

Sementara kabel PLN itu berbahan polyethylene. Kabel jenis itu tidak akan mungkin terbakar ketika terjadi korsleting atau terputus. Tidak dipungkiri, jika terjadi masalah menyangkut kabel, baik itu korsleting, terputus dan sebagainya, terkadang laporan itu salah alamat kepada pihaknya.

Kabel tersebut dikira milik PLN, padahal bukan milik PLN. Karena itulah jika terjadi masalah menyangkut kabel, hal itu haruslah dipilah dahulu. Karena kabel bukan hanya menyangkut listrik, tapi ada juga kabel akses internet, tv kabel dan sebagainya. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.