Ilustrasi pelajar SMP saat pulang sekolah. (BP/dok)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, dalam waktu dekat akan membangun sejumlah fasilitas sekolah. Kepala Disdikpora Kabupaten Badung I Ketut Widia Astika, mengatakan pembangunan sekolah baru, khususnya SMP negeri masih dalam proses.

Pihaknya memastikan akan membangun sejumlah sekolah. “Tahun ini (pembangunan) adalah SMPN 5 Abiansemal dan SMPN 6 Mengwi. Pembangunan sekolah baru ini disiapkan anggaran kurang lebih Rp 50 miliar,” ujar Widia Astika, Kamis (28/3).

Menurutnya, faktor utama penghambat pembangunan infrastruktur pendidikan di Gumi Keris adalah keterbatasan lahan. “Kalau lahan belum siap, tidak bisa dibangun. Makanya kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk dengan pihak desa,” katanya.

Dijelaskan pembangunan dua gedung SMP akan dilakukan di Mengwi dan Abiansemal. Di antaranya, pembangunan SMPN 6 Mengwi di Banjar Jempayah, Desa Kekeran, Mengwi, sedangkan SMPN 5 Abiansemal di Banjar Dirgahayu, Gerih, Abiansemal. “Untuk pembangunan tiga SMP negeri lainnya, yakni SMPN 7 Mengwi, SMPN 3 Kuta Utara, dan SMPN 3 Kuta juga masih berproses. Kami menyambut baik bila ada warga yang rela menyiapkan lahannya untuk pembangunan sekolah baru, khususnya yang di Kuta Utara (SMPN 3 Kuta Utara),” terangnya.

Sementara, Wakil rakyat di DPRD Badung, menyoroti adanya sekolah yang masih menumpang dengan sekolah lain. Sebab, sistem satu atap ini mengancam full day school yang menjadi program pemerintah dalam menyukseskan pendidikan nasional.

Baca juga:  2018, Badung akan Rasionalisasi Pengumpan Trans Sarbagita

Seperti diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Badung AA Ngurah Ketut Nadhi Putra, menyebutkan ada warga masyarakat yang saat ini siap membebaskan tanahnya pembangunan gedung sekolah. Luas tanah yang ada 52 are dan ini cukup untuk pembangunan gedung SMPN 3 yang saat ini masih numpang di salah satu SD. “Luas tanah ini layak untuk bangun SMP N 3. Selain untuk gedung sekokah, katanya, halaman dan lapangan pun bisa diperoleh. Gedung sekolah bisa dibangun berlantai empat,” sarannya.

Untuk itu, pihaknya mendorong pemerintah untuk membebaskan tanah ini pada tahun anggaran perubahan 2019 langsung dengan detail enggnering design. “Pada induk 2020, pembabgunan fisik sudah bisa dilakukan,” tegasnya.

Setelah fisik gedung SMPN 3 selesai, katanya, Nadhi Putra, mendesak Pemkab untuk membangun SMPN 4. Sekokah ini nantinya akan menampung tamatan SD di wilayah Tibubeneng dan Canggu.

Saat ini, katanya, ada 9.700 siswa baru di Kuta Utara. Karena itu, pembangunan SMP4 ini sangatlah mendesak. “Walau begitu, kami harap sekolah swasta masih tetap bisa eksis. Kami tidak ingin sekolah swasta mati suri,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.