Masuk jalan tol dari Pesanggaran, kita akan menemukan setelah sekitar 200 meteran jalan, ada bentuk pulau untuk U-turn dari utara maupun dari selatan. Jalan yang lebar mesti diliukkan ke kiri karena bentuk median sedemikian rupa, cukup seni  namun dalam praktik yang saya rasakan pada saat mengemudi tak nyaman sama sekali.

Dan saya lihat lebih banyak bahayanya dibandingkan manfaatnya – entah apa manfaatnya, terus terang saya tak merasakannya. Saya amati Dishub sudah sadar risiko-risiko yang ada dan mencoba antisipatif dengan memasang papan petunjuk hati-hati karena saya yakin kalau lengah di sana khususnya pengemudi yang tak pernah lewat ke sana, jalan bergaya begitu bisa menjadi ibarat jebakan, apalagi pada malam hari dan turun hujan.

Baca juga:  Ubah Nama Tol Bali Mandara, Gubenur Masih Tunggu Jawaban Menteri PUPR

Pengemudi cenderung akan memacu kendaraannya karena jalan yang lebar dan tampak lengang dari awal masuk. Silakan Dishub mengecek berapa kali di sana terjadi kecelakaan maut dan berapa kali pula yang hampir celaka di sana, yang untung saja bisa cepat menghindar.

Bandingkan dengan seberapa manfaat bentuk median yang seperti itu dibuat yang kalau tidak salah dimaksudkan untuk mempermudahkan U-turn di sana. Saya usulkan tak perlu berlama-lama untuk menunggu korban lagi, pekalah dan cepat bertindak.

Potong saja median itu dan luruskan. Saya yakin style ini akan lebih aman dibandingkan meliuk artistik. Semoga yang berwenang peka hati dan bercekatan tindak.

Surya

Nusa Dua

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.