Drs. Dewa Bagus Made Suharya, S.H. (BP/istimewa)

Sebagian besar hidupnya digunakan untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, karena sosok satu ini merupakan pensiunan anggota Polri. Sosok dikenal ramah dan senang ngayah di tempat-tempat ibadah itu adalah Drs. Dewa Bagus Made Suharya, S.H. Setelah pensiun sebagai anggota Polri dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal (jenderal bintang satu), salah satu putra terbaik Bali asal Jero Dalem Kepaon, Denpasar Selatan ini, ingin ngayah untuk masyarakat Pulau Dewata ini lewat jalur politik.

Ia terdaftar sebagai calon anggota DPR RI 2019/2024 dari  Partai Berkarya Dapil Bali dengan nomor urut 1. “Yang jelas saya ingin ngayah untuk Bali dan memperjuangkan aspirasi krama Bali bila saya terpilih,” ucap Dewa Bagus Made Suharya, Minggu (24/3).

Calon legislatif yang mengusung tagline “Druwenang Sarengin” ini menjelaskan sebagaimana disebut dalam UU bahwa DPR RI memiliki tugas pokok, fungsi dan wewenang antara lain dalam bidang legislasi, penganggaran dan pengawasan. Untuk itu, mantan Kapolres Badung (sekarang Polresta Denpasar) yang dikenal bares khususnya memberi bantuan untuk pembangunan pura ini, berkomitmen menerima masukan-masukan masyarakat Bali secara sungguh-sungguh dan memperjuangkan aspirasi tersebut sampai berhasil.

Baca juga:  Forum Parlemen Dunia Bisa Dorong PBB Kirim Pasukan Perdamaian ke Myanmar

Selain itu melakukan pengawasan secara berjenjang sampai ke konstituen. Ia mengingatkan agar Bali dikawal dan dijaga oleh semua komponen.

Ke depan, menjaga Bali dan membangun Bali harus dilakukan secara bersinergi melibatkan generasi yang cerdas dan tetap memiliki karakter budaya yang adilihung. “Sinergi dan menumbuhkan kembali budaya gotong royong merupakan salah satu kekuatan untuk melahirkan kekuatan menjaga Bali,” ujar mantan Direktur Reskrim (sekarang Reskrimum) Polda Bali ini.

Menurut Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Bali ini, cerdas dan berbudaya adiluhung harus menjadi identitas generasi Bali ke depan. Pengelolaan Bali ke depan, menurutnya, juga harus berbasis pada pemeliharaan alam, budaya dan tradisinya.

Oleh karena itu, pertanian harus tetap diproteksi karena selain menjadi kekuatan dalam menjaga cadangan pangan, pertanian Bali merupakan peradaban Bali. “Dukungan masyarakat Bali sangat saya harapkan yaitu dengan cara, pertama, berkenan hadir ke TPS. Kedua, dari  lima amplop suara yang dibagikan pilih amlop berwarna kuning (DPR RI) lalu di buka. Ketiga, cari logo bernomor 7 (Partai Berkarya) lalu coblos nomor urut 1 atas nama Drs. Dewa Bagus Made Suharya, SH,” harapnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.