SINGARAJA, BALIPOST.com – Hujan diikuti angin kencang kembali melanda Buleleng sejak Jumat (22/3) malam hingga Sabtu (23/3) dinihari. Akibatnya, bencana pohon tumbang terjadi di daerah ini.

Selain itu, cuaca buruk ini juga memicu banjir yang merendam jalan Singaraja-Gilimanuk tepatnya di Desa Sulanyah, Kecamatan Seririt. Data dihimpun di lapangan menyebutkan, kejadian pohon tumbang terjadi di beberapa lokasi di Buleleng barat.

Salah satunya, pohon asem dengan diameter besar tumbang. Pohon itu kemudian menimpa rumah milik Ketut Rat. Selain itu, warung milik Nyoman Budiasa juga ikut tertimpa pohon yang tumbang. Beruntung, saat kejadian, pemilik rumah lebih cepat ke luar rumah, sehingga tidak ada korban jiwa.

Di Dusun Munduk, Desa Anturan, Kecamatan Buleleng juga terjadi bencana serupa. Rumah permanen Nengah Moklek tertimpa pohon tumbang.

Akibat benturan pohon dan dahan pohon, bagian atap rumah tersebut rusak berat. Diduga, pohon yang tumbuh di lahan kosong di dekat rumah itu akarnya tidak kuat menyangga, sehingga pohon itu roboh.

Masih di Desa Anturan, pohon juga menimpa rumah Nyoman Cerata. Batang bersama dahan pohon ini menimpa tembok dan atap rumah korban.

Selain itu, saat pohon ini roboh karena angin kencang mengakibatkan kabel PLN ikut tertindih. Beruntung, akibat tekanan batang kayu itu kabel listrik tak sampai putus.

Laporan pohon tumbang juga terjadi di Jalan Udayana. Batang menimpa bangunan kursus mengemudi. Beruntung, saat kejadian bangunan itu kosong, sehingga tidak terjadi korban jiwa dalam peristiwa ini.

Baca juga:  Angin Kencang Porak-porandakan 6 Warung di Baktiseraga

Selain itu, sampai siang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng juga menerima laporan pohon tumbang di Desa Kedis, Kecamatan Busungbiu dan sekitarnya.

Sekretaris BPBD Buleleng Ketut Susila mengatakan, pohon tumbang yang terjadi di beberapa lokasi itu belum seluruhnya dapat ditangani. Utuk kejadian di Dusun Munduk, Desa Anturan sduah ditangani dengan melibatkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC).

Sementara di lokasi lain, seperti kejadian di Desa Patemon belum ditangani karena kesulitan tenaga yang memiliki kemampuan untuk menebang pohon. Untuk itu, penanganan lanjutan dilakukan Minggu (24/3).

Selain membantu mengevakuasi pohon tumbang, BPBD bersama Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Buleleng menyerahkan bantuan terpal plastik untuk atap sementara rumah warga yang rusak akibat pohon tumbang. “Kejadiannya kebanyakan di Buleleng barat, tapi ada yang belum tertangani karena kami kesulitan tenaga yang memiliki kemampuan di bidang itu,” tegasnya.

Mantan Camat Sukasada ini menambahkan, akibat hujan deras, pihkanya juga menerima kejadian banjir di ruas Jalan Singaraja-Gilimanuk, tepatnya di Desa Sulanyah, Kecamatan Seririt. Badan jalan Nasional ini terendam banir karena volume air yang besar tidak tertampung pada drenase di pinggir jalan.

Akibatnya, arus kendaraan pun terganggu hingga dinihari. Selain itu, banjir meluber ke pekarangan rumah penduduk. Bahkan, beberapa rumah di lokasi kejadian tergenang hingga ke kamar. (Mudiarta/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.