Petugas BPBD Bangli melakukan evakuasi beringn tumbang yang merusak tembok penyengker dan menyebabkan arus lalin ditutup. (BP/istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Sebuah pohon beringin tua yang tumbuh di depan Pura Puser Tasik, Desa Bangbang, Tembuku tumbang, Kamis (21/3). Tumbangnya pohon berdiameter belasan meter itu mengakibatkan tembok penyengker milik warga setempat rusak.

Perbekel Desa Bangbang Komang Sudianta menuturkan tumbangnya pohon beringin yang diperkirakan telah berusia ratusan tahun itu, terjadi pada Kamis dinihari sekitar pukul 1.30 Wita. Sebelum tumbang, sejak Rabu sore, beringin tersebut posisinya sudah terihat mulai miring.

Menurutnya, tumbangnya pohon yang selama ini sangat dikeramatkan warga itu disebabkan karena akarnya yang sudah lapuk. Kondisi itu diperparah dengan guyuran hujan yang sempat terjadi selama beberapa hari terakhir. “Kemungkinan akarnya sudah busuk sehingga tumbang,” terangnya.

Sudianta mengatakan akibat kejadian itu, tembok penyengker rumah milik I Wayan Janji rusak lantaran tertimpa batang beringin yang tumbang. Akses jalan di lokasi juga sempat tertutup total dan tak bisa dilalui kendaraan, karena batang beringin yang tumbang melintang di badan jalan. “Jalan itu satu-satunya jalur dari Desa Bangbang menuju Pulasari, Penaga Landih, dan Suter,” ujarnya.

Baca juga:  Sepanjang 2018, Ratusan Bencana Terjadi di Gianyar

Untuk membantu warga membersihkan batang pohon yang tumbang, petugas dari BPBD dan PU Bangli, kata Sudianta sudah turun ke lokasi. Karena diameter pohon cukup besar, upaya pembersihan dilakukan dengan melibatkan alat berat. Proses pembersihan berlangsung cukup lama, dari pagi hingga sore hari. “Petugas PLN juga turun untuk memperbaiki kabel listrik yang putus,” jelasnya.

Terpisah, Kasi Kedaruratan Bencana dan Logistik BPBD Bangli Ketut Agus Sutapa mengatakan tumbangnya pohon beringin itu disebabkan karena dampak hujan deras beberapa hari terakhir yang mengakibatkan pangkal pohon mengalami pelapukan. Untuk menangani kejadian itu, sejumlah personil BPBD sudah turun ke lokasi.

Proses penanganan baru bisa dilaksanakan sekitar pukul 09.00 wita, setelah warga selesai melakukan prosesi upacara di lokasi. “Sebelum dilaksanakan penanganan terlebih dahulu dilakukan prosesi upacara mengingat lokasi pohon berada di dekat Pura Puser Tasik,” kata Agus. (Dayu Swasrina/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.