Warga yang menjadi jasa tukang ojek di Terminal Kedungdung, Desa Besakih. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Setiap pelaksanaan di karya di besakih sejumlah warga setempat megadu peruntungan lewat menjadi jasa sebagai tukang ojek untuk mengantar para pemedek hendak tangkil. Pasalnya, bagi kendaraan besar bus tidak diperkenankan naik dan diwajibkan parkir di Terminal Kedungdung. Dari Terminal itulah, jasa tukang ojek berkumpul menunggu bus datang.

Salah seorang tukang ojek Wayan Widana, Kamis (21/3) mengatakan, jika dirinya memang rutin menjadi jasa tukang ojek setiap pelaksanaan karya di Besakih. Untuk tahun ini, kata dia, dirinya kembali mengadu peruntungan sebagai tukang ojek. “Saya baru sekitar empat hari mulai ngojek. Karena baru ada bus parkir di terminal Kedungdung ini,”ujarnya.

Widana menambahkan, dirinya baru keluar ngojek sekitar pukul 10.00 Wita. Sedangkan selesai ngojek sampai pukul 15.00 Wita. Diakuinya, untuk bisa mendapatkan penumpang dirinya harus bersabar. Pasalnya, jumlah jasa tukang ojek yang mengadu nasib cukup banyak. Sedangkan, orang yang mau diojek sedikit yang mau ngojek. “Harus sabar. Karena disini berbicara rejeki. Kalau pas rejeki ada saja pemedek yang mau ngojek. Tarip ojek sekali angkut Rp 10 ribu,”ujarnya.

Disinggung berapa pemasukan yang didapat sekali ngojek, Widana tidak bisa memastikan. Itu tergantung jumlah pemedek yang maunya ngojek. “Pendapatan tidak menentu. Kemarin (Minggu red) dapat ngojek Rp100 ribu. Hari ini semoga pemedek bisa lebih,”harapnya.

Baca juga:  Besakih dan Pempatan Hujan Abu

Kepala Manajer Operasional (MO) Pura Besakih, Jro Mangku Wayan Ngawat mengatakan, jika sekarang ini memang sudah mulai banyak terlihat warga yang menjadi jasa tukang ojek di Besakih. Kata dia, untuk saat ini belum ada yang mengkordinir para tukang ojek tersebut. Karena mereka masih jalan sendiri-sendiri.

“Kami lihat memang banyak tukang ojek yang mangkal di Terminal Kedungdung. Warga yang jadi jasa tukang ojek di Besakih tidak hanya warga besakih saja. Tapi ada juga beberapa warga di luar beskaih yang ikut ngojek di Besakih serangkaian karya,”ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, meski tidak ada yang mengkoordinir, akan tetapi pihaknya berharap jasa tukang ojek ini bisa tertib selama mengojek. Karena pihaknya tidak ingin, nantinya ada hal-hal yang tidak diinginkan dan membuat kemacetan.

“Kami harap selama karya tukang ojek bisa memberikan pelayanan ojek kepada pemedek dengan baik. Sehingga pemedek yang memanfaatkan jasa ojek ini bisa terjamin keselamtannya sampai tujuan,” harap Mangku Ngawit. (Eka Prananda/Balipost).

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.