Warga di Dusun Waliang, Desa Abang saat menunjukkan abu vulkanik yang menempel di lahan pertanian miliknya. (BP/Nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Belakangan ini Gunung Agung lebih sering mengalami erupsi. Yang terbaru gunung tertinggi di Bali itu kembali mengalami erupsi pada Kamis (21/3). Akibat erupsi yang terjadi, sejumlah wilayah di Bumi Lahar terpapar abu vulkanik.

Kepala Pos Pantau Gunng Agung di Desa Rendang, Karangasem I Dewa Made Mertayasa, Kamis (21/3) mengungkapkan, Gunung Agung memang kembali mengalami erupsi kecil.

Katanya, erupsi terjadi pukul 00.18 Wita. “Erupsi kali ini kolom abu secara visual tidak teramati akibat tertutup abut tebal. Erupsi terekam alat seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dengan durasi 1 menit 47 detik,”ujarnya.

Dewa Mertayasa mengatakan, per 21 Maret ini Gunung Agung sudah mengalami enam kali erupsi.

Jelas dia, di tengah status Gunung Agung masih leval III (Siaga) ini, untuk berpotensi terjadinya erupsi susulan masih berpotensi masih terjadi. Mengingat, aktivitas vulkanik Gunung Agung masih pluktuatif atau anaik turun.

“Apalagi gunung sudah system terbuka jelas untuk terjadinya erupsi rentan terjadi. Karena dengan system terbuka ini, aliran magmatic dari bawah lebih mudah naik ke permukaan. Karena tidak ada yang menahan diatasnya. Tapi, tetap erupsi yang terjadi masih kecil. Bila ada lontaran masih di areal 4 km. Belum ada mengarah ke eruspi yang lebih besar,”jelas Mertayasa.

Baca juga:  Pengungsi Mengajak Balita Diprioritaskan Dalam Gedung

Sementara warga di Dusun Waliang, Desa Abang, Ni Putu Wardani mengatakan, jika di wilayahnya memang terpapar abu vulkanik akibat eruspi yang terjadi dini hari tadi (Kamis red).

Kata dia, paparan hujan abu cukup tebal. “Saya tahu ada hujan abu pukul 02.00 Wita. Abu vulkaniknya lumayan tebal,”katanya.

Wardani menambahkan, kendati belakangan ini Gunung Agung sering erupsi, akan tetapi tidak sampai menimbulkan kepanikan. Pasalnya, masyarakat sekarang ini sudah terbiasa melihat Gunung Agung erupsi. Lain kalau sebelumnya, bila Gunung Agung erupsi warga langsung panik.

Hal senada juga disampaikan warga lain, Dewa Gede Raka. Dia menjelaskan, akibat hujan abu erupsi Gunung Agung tanaman miliknya terpapar hujan abu. Termasuk rumput yang bakal diberikan ternaknya juga terpapar abu vulkanik.

“Abunya cukup tebal menempel di rumput. Kurang tahu apakah nanti rumput mau di makan ternak atau tidak. Saya akan coba berikan nanti. Kalau tidak mau di makan, terpaksa rumput harus di cuci lebih dulu agar mau dimakan, ”jelas Dewa Raka. (Eka Prananda/Balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.