DENPASAR, BALIPOST.com –  Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan akhirnya merilis pengungkapan kasus perampokan money changer yang melibatkan warga Rusia, Rabu (20/3). Dari pengungkapan tersebut, tim gabungan Polresta Denpasar, Polsek Kuta, Polsek Kutsel dan Satgas CTOC Polda Bali menembak mati tersangka Alexei Korotkikh (45). Sedangkan pelaku lainnya, Georgeii Zhukov (39) dan Robert Haupt (41)  berhasil ditangkap hidup-hidup.

Terkait salah satu barang bukti yang diamankan yaitu magazen itu identik dengan yang dibawa anggota Brimob Brigadir I Bagus Suda Suwarna. Senpi SS1-V1 dibawa Suda dirampas saat tugas di Hotel Ayana Resort Jimbaran, Kuta Selatan, pada Agustus 2017.

“Pelaku yang kabur membawa diduga senpi SS1. Hasil rekaman CCTV yang kami dapat, saat beraksi pelaku membawa senpi tersebut. Anggota Brimob (Suda) membenarkan magazen tersebut milik senjatanya yang hilang,” tegas Kombes Ruddi, didampingi Kasatreskrim Kompol Wayan Arta Ariawan.

Sedangkan pengungkapan kasus ini, kata Dansatgas CTOC ini, dipimpin Kompol Arta tim gabungan melakukan olah TKP perampokan di money changer BMC PT Bali Maspintjinra di Jalan Pratama No.36 XY, Kelurahan Benoa, Kutsel, Selasa (19/3) lalu. Petugas dapat informasi jika pelakunya mengendarai mobil Xenia putih melarikan diri ke arah Kampus Unud. Selanjutnya polisi melakukan pengejaran dan di dekat Kampus Politeknik Negeri Bali menemukan mobil ciri-cirinya sama dengan dibawa pelaku. Setelah dicek mesinnya masih panas. Selanjutnya tim bergeser untuk memantau kedatangan pelaku. Tak lama kemudian datang pelaku naik mobil putih dan parkir di Jalan Giri Kencana, Jimbaran dan turun dua pelaku yaitu Alexei dan Georgii. Setelah itu mobil tersebut meninggalkan lokasi diduga untuk putar balik.

Baca juga:  Sempat Mengelak, Pencuri Tak Berkutik Karena Aksinya Terekam CCTV

Saat itu polisi langsung menyergapnya. Beberapa anggota menangkap Georgii, sedangkan anggota lainnya mengamankan Alexei. Kedua pelaku melakukan perlawanan dan Alexei terlepas. Pelaku yang melarikan diri ke kos-kosan membawa tas dan senjata tajam. Petugas berhasil menangkapnya tapi pelaku melawan dan terjadi pergumulan. Polisi langsung memberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali ke atas tapi tidak dihiraukan. Akhirnya  pelaku ditembak mati karena membahayakan nyawa petugas.

Setelah itu, polisi menggerebek tempat tinggal Alexei di Jalan Pasir Putih, Kedonganan, Kuta. Ternyata di sana sembunyi tersangka Robert Haupt di kamarnya dan langsung ditangkap. “Mereka ini juga melakukan perampokan di money changer di Jalan Nakula, Kuta,” ungkapnya.

Di plafon kamar Alexei diamankan tas berisi uang sekitar ratusan juta rupiah dan 13 mata uang asing. “Kam belum sempat hitung jumlahnya,” ungkap mantan Kapolres Badung ini.

Sebelumnya, kasus perampokan money changer kembali terjadi di wilayah Kuta Selatan (Kutsel). Kali ini perampok menyasar money changer BMC P.T. Bali Maspintjinra di Jalan Pratama No.36 XY, Kelurahan Benoa, Kutsel, Selasa (19/3) lalu. Komplotan rampok tersebut mengikat tiga karyawan dan membawa kabur brankas berisi uang Rp 800 juta dan uang asing senilai Rp 100 juta. (kerta negara/Balipost)

 

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.