Anak pertama Perbekel Desa Sebatu, Tegallalang, Agus Wiraguna menunjukkan foto almarhum ayahnya saat ditemui rumah duka, Selasa (19/3). (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – I Wayan Pasek Yusabawa, Perbekel Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang meninggal dunia. Almarhum diketahui belum setahun mengisi jabatan perbekel periode kedua ini.

Berdasarkan rekam medis, almarhum dinyatakan meninggal dunia akibat pecahnya pembuluh darah yang ada di kepala. Kepergian almarhum di usia 53 tahun menyisakan duka mendalam bagi keluarga.

Putra pertama almarhumah, Putu Agus Wiraguna, ditemui Selasa (19/3) menerangkan sejak tiga hari sebelum meninggal, almarhum memang mengeluhkan rasa sakit di kepala. Karena masih ditahannya sehingga ditunda ke dokter. “Sudah tiga hari yang lalu sempat bilang sakit kepala tapi tertunda dibawa ke dokter karena kegiatannya padat. Selain itu, juga beraktivitas biasa, dan saya tidak pernah terpikirkan akan seperti ini karena memang tidak memiliki riwayat sakit apapun,” paparnya.

Bahkan pada Senin (18/3), almarhum diketahui sempat beraktivitas seperti biasa menggunakan sepeda motornya berangkat ke Kantor Desa. Almarhum juga disebut sempat mengikuti rapat di Balai Budaya Gianyar hingga pukul 15.00 Wita.

Hingga pulang untuk berganti pakaian, almarhum juga tidak menunjukan gelagat mencurigakan. Almarhum juga mengikuti sosialisasi di desa setempat pada Senin sore sekitar pukul 17.00 Wita hingga pukul 18.30 Wita. “Saat itu kebetulan saya ada ke luar rumah sama ibu. Tetapi menurut nenek yang ada di rumah mengatakan pulang dari sosialisasi itu almarhum ke dapur untuk mengambil pakan ternak. Tapi sudah pusing dan duduk sempat meminta minyak urut,” terangnya.

Baca juga:  Makanan Alami Untuk Sakit Radang Tenggorokan

Diketahui malam itu ketika almarhum mau bangun, ia langsung pingsan. Pihak keluarga yang terkejut langsung melarikan Pasek Yusabawa ke Puskesmas 1 Tegallalang. “Kala itu nafasnya sudah kaya cegukkan dan dirujuk ke RS Sanjiwani. Kemudian pada pukul 00.15 Wita dinyatakan meninggal dunia,” Ungkapnya Wiraguna.

Almarhum telah dua kali terpilih menjadi Perbekel Desa Sebatu. Begitu juga dengan kesehariannya, dijelaskan sangat rajin berolahraga. Pagi hari sebelum ke kantor sering jalan-jalan dan sorenya bersepeda.

Satupun anggota keluarga tidak terpikirkan bahwa almarhum akan meninggal secara mendadak seperti itu. “Penyebab meninggalnya itu karena pembuluh darahnya pecah akibat dari tensi tinggi,” katanya.

Almarhum meninggalkan seorang istri, dua anak, dan lima cucu. Selain itu sebelum menjadi Perbekel, almarhum adalah seorang PNS di Dinas Pendapatan Kabupaten Gianyar. Beberapa organisasi juga diikuti, salah satunya menjadi sekretaris di Pasemetonan Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Kecamatan Tegallalang. “Sedangkan untuk pelaksanaan ke setranya kita masih menunggu keputusan di banjar. Biasanya setelah Karya di Pura Agung Besakih baru akan diupacarai, entah diaben atau bagaimana belum ada keputusan,” papar Agus Wiraguna. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.