161 atlet mengikuti pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasiona| (O2SN) SD dan SMP se- Klungkung Tahun 2019, di GOR Swecapura, Senin (18/3). (BP/gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Guna membangun kekuatan atlet dari berbagai cabang olahraga, upaya itu kini di mulai dari sekolah. Menggali kekuatan atlet yang mumpuni, Klungkung mulai menerapkan sistem crossing. Para guru olahraga di setiap sekolah, diminta jeli melihat potensi siswa untuk selanjutnya dibina dengan serius.

Demikian disampaikan Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, saat membuka pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasiona| (O2SN) SD dan SMP se- Klungkung Tahun 2019, di GOR Swecapura, Senin (18/3). O2SN ini diikuti oleh 161 atlet dari empat perwakilan kecamatan dan sekolah yang terdiri dari 87 atlet SD dan 74 atlet SMP.

Cabang olahraga yang dipertandingkan, pada jenjang SD yaitu Atletik, Senam, Renang, Bulutangkis, Pencak Silat dan Karate. Sedangkan untuk tingkat SMP yaitu Atletik, Renang, Bulutangkis, Pencak Silat dan Karate.

Kepada para guru olahraga, Bupati Suwirta meminta supaya menindaklanjuti hasil pencarian bakat olahraga yang sudah diselenggarakan sebelumnya. Dengan menggunakan sistem crossing, guru olahraga masing- masing sekolah, supaya mengumpulkan anak didiknya yang berbakat. Selanjutnya, dilatih bersama anak berbakat dari sekolah lain sesuai dengan bakat dan prestasinya.

Sistem crossing ini, dimana para guru olahraga masing-masing sekolah supaya mengumpulkan anak didiknya yang berbakat. Kemudian dilatih bersama anak berbakat dari sekolah lain, berlatih di sekolah yang memiliki fasilitas dan guru yang mumpuni. “Guru yang melatih pun harus benar-benar berkompetensi, sehingga anak-anak yang sudah berbakat ini semakin muncul bakat dan prestasinya,” kata Bupati Suwirta.

Baca juga:  Komisi A Dapati SD Kekurangan Rombel

Bupati Suwirta mengakui, memang tidak mudah untuk membentuk siswa menjadi berkarakter dan unggul. Namun melalui O2SN ini, diharapkan tumbuh bibit yang unggul dan berprestasi di tingkat nasional hingga internasional. Bupati memperingatkan, agar tidak menganggap O2SN ini sebagai agenda seremonial saja. Namun, harus diikuti dengan sungguh-sungguh serta dimanfaatkan untuk mendidik karakter dan mental anak.

Sejalan dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan Klungkung, Dewa Gde Dharmawan, mengatakan O2SN ini sebagai upaya mengembangkan bakat dan minat peserta didik dalam bidang olahraga. Ini juga sekaligus membina dan mempersiapkan olahragawan berprestasi pada tingkat nasional maupun internasional sejak usia dini. Pelaksanaan pertandingan, dipusatkan di sejumlah tempat,  seperti Cabor Renang di Kolam Wisata Tirta Srinadi, Cabor Bulutangkis di GOR Prajasanti, Cabor Pencak Silat dan Karate di GOR Swecapura Gelgel serta Atletik di Lapangan Umum Dawan.

Untuk memotivasi para peserta, pada kesempatan itu, dihadirkan siswa peraih juara O2SN di tingkat nasional pada tahun 2018. Yaitu Luh Made Budiartini Bandem dari SDN 1 Semarapura Tengah meraih dua emas dan satu perak pada Cabor Renang SD Putri dan Putu Gatot Putra Wibawa dari SMPN 2 Banjarangkan meraih medali perunggu cabor Atletik SMP Putra. Mereka dinilai sebagai bukti, bahwa Klungkung memiliki atlet mumpuni hingga ke tingkat nasional. (Bagiarta/Balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.