Fasisal Basri. (BP/may)

DENPASAR, BALIPOST.com – Indonesia telah menjelma menjadi negara jasa. Tidak lagi bertumpu pada hasil komoditi ekspor, pertambangan, pertanian, industri, dan lainnya. Ini berdasarkan data 5 tahun terakhir yang menunjukkan pertumbuhan sektor jasa dari tinggi dari sektor lainnya.

Tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh lebih rendah dari tahun lalu yang sebesar 5,17 persen. Tahun ini diperkirakan tumbuh 5 persen.

Pengamat Ekonomi Faisal Basri dalam acara Bali Business Round Table yang diselenggarakan BPR Lestari, Sabtu (16/3) menyampaikan, Indonesia sudah menjadi negara jasa. Ujung tombak pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah jasa.

Dari 14 sektor jasa, 11 diantaranya mengalami pertumbuhan di atas rata-rata. Sedangkan Bali sudah lebih dulu menggenjot sektor jasa ini. “Bali bukan negara industri yang cukup besar. Bali telah memilih jati dirinya sebagai provinsi jasa. 79 persen ekonomi Bali digerakkan oleh sektor jasa,” ungkapnya.

Baca juga:  Tingkatkan Perekonomian Lansia Produktif, Pemkab Gencarkan Program Penciptaan Wirausaha Baru

Sektor jasa paling besar adalah Akmamin (Akomodasi, Makanan, dan Minuman). Sehingga jika ingin mengembangkan industri di Bali, yaitu industri yang menghasilkan barang yang dibutuhkan oleh lokomotif industri jasa pariwisata. Industri makanan, minuman, kerajinan yang akan dikembangkan agar tidak berdiri sendiri namun bergandengan dengan industri jasa lain.

Selain akmamin, sektor yang besar di Bali adalah jasa konstruksi, yang berarti Bali terus membangun. Sektor jasa lain yang berkembang yaitu transportasi, warehousing. Pertumbuhan industri nasional turun, namun Bali naik 10 persen.

Sektor yang berkembang lainnya di Bali yaitu perdagangan besar dan kecil. “Maka bangunlah industri yang berkaitan dengan lokomotif industri jasa pariwisata. Industri yang tidak bergantung pada Jawa, namun membangun kekuatan sendiri,” bebernya. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.