AMLAPURA, BALIPOST.com – Dihantam gelombang pasang setinggi 2-4 meter saat mencari ikan di tengah laut, perahu milik seorang nelayan I Nyoman Radin (36) asal Banjar Dinas Tirta Sari, Desa Tianyar Barat, Kubu Karangasem mengalami rusak parah. Ia terombang-ambing di rumpon di tengah laut selama 13 jam.

Korban baru dapat dievakuasi tim SAR Gabungan terdiri dari Basarnas, BPBD Karangasem, Sat Polair Polres Karangasem pada Sabtu (16/3). Puluhan petugas dikerahkan dalam pencarian itu.

Satu kapal patroli milik Sat Polair Karanagsme dan satu rubber boat milik Basarnas turut serta dalam pencarian. Proses pencarian berlangsung sekitar tiga jam. Sebab, kondisi gelombang di tengah laut sangat tidak bersahabat.

Setelah dievakuasi ke darat, korban disambut isak tangis haru keluarga. Ipar korban, Ni Ketut Musti mengatakan, jika korban pergi melaut untuk mencari ikan pada Jumat malam pukul 20.00 Wita.

Kata dia, dirinya mendapatkan informasi dari seorang nelayan bila jukung korban terhempas akibat diterjang gelombang tinggi pukul 24.00 Wita. “Yang ngasi saya informasi adalah nelayan lain Ketut Arsana,” ucapnya.

Dia menjelaskan, jika setelah mendapatkan informasi dirinya bersama keluarga yang lainnya sempat panik. Pasalnya, dirinya belum mendapatkan informasi keadaan korban setelah perahunya dihantam gelombang di tengah laut. “Saya dan keluarga sempat panik. Karena saya baru dapat informasi dinihari tadi bahwa korban masih selamat bertahan di rumpon di tengah laut. Setelah itu saya baru sedikit lega,” Musti sambil berlinang air mata.

Baca juga:  Sido Muncul dan Hotel Tentrem Sumbang Rp 500 Juta untuk Nelayan

Sementara itu, korban I Nyoman Radin menuturkan, jika dirinya berangkat melaut sekitar pukul 20.00 Wita. Kata dia, saat berangkat ke tengah laut cuaca masih bagus.

Tapi, jelang satu kilometer dari lokasi mencari ikan, tiba-tiba cuaca buruk disertai angin kencang dan gelombang tinggi mencapai 3-4 meteran terjadi. Gelombang besar langsung menghantam perahunya hingga terbalik di tengah laut. “Saya berangkat untuk mencari ikan tidak sendirian, melainkan dengan nelayan yang lain sebanyak tujuh orang. Di tengah laut, perahu saya dan nelayan lainnya yang tujuh orang ini sempat bergandengan. Tapi, karena gelombang tinggi menerjang perahu, akhirnya tali putus sehingga perahu saya dengan perahu nelayan yang lainnya berpisah. Saya langsung berenang menuju rumpon untuk menyelamatkan diri,” jelasnya.

KBO Sat Polair Karangasem, IPDA Made Darsa mengungkapkan, selama pencarian pihaknya memang menemukan sejumlah kendala. Yakni gelombang tinggi mencapai 2-4 meter dan anginnya cukup kencang.

Hanya saja, berkat keyakinan dan kerja keras, korban berhasil ditemukan dengan kondisi selamat. “Kita temukan korban di jarak 18 mil atau sejauh 40 kilometer dari bibir laut,” sebutnya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.