Polisi menindaklanjuti ditemukannya jasad perempuan yang diduga meninggal karena sakit. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Seorang perempuan, CADS ditemukan sudah tak bernyawa pada Selasa (12/3). Temuan jasadnya sekitar pukul 10.40 Wita di sebuah kamar di Jl. P. Alor, No. 26, Denpasar.

Informasi yang dihimpun, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di lantai. Menurut Kapolsek Denbar AKP Johannes Nainggolan, korban pertama kali ditemukan suaminya FC. Dijelaskan, suami korban sebelumnya dirawat di RS karena Demam Berdarah.

Namun, karena memiliki firasat tidak enak, ia pun meminta temannya, Kristian untuk melihat rumah korban. “Korban dihubungi melalui telepon tidak tersambung dan mertua saksi juga tidak bisa menghubungi korban, selanjutnya meminta tolong kepada senior saksi, untuk melihat rumah korban dan pada saat teman saksi ke TKP dilihat sepi serta pada saat dipanggil tidak ada respons namun lampu masih menyala,” jelasnya.

Selanjutnya, saksi minta izin keluar dari rumah sakit. Saat sampai di rumah, saksi memanggil istrinya namun tidak menyahut. Saksi mendengar anaknya menangis.

Baca juga:  Jenazah Camat Baturiti Diupacarai Minggu

Saksi pun mendobrak pintu utama rumah dan saat ke kamar, dilihat anaknya menangis di sebelah korban yang posisinya telungkup di lantai. “Kondisi korban saat itu sudah dalam keadaan meninggal dunia. Sebelumnya korban sempat mengeluh tidak enak badan dan minum obat jenis parcetamol,” ungkapnya.

Kapolsek Denbar mengatakan sekitar pukul 11.40 Wita Petugas INAFIS Polresta Denpasar tiba di TKP untuk selanjutnya melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah korban. “Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat sakit. Pemeriksaan terhadap jenazah korban oleh INAFIS Polresta Denpasar tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, baik kekerasan akibat benda tajam maupun kekerasan akibat benda tumpul,” tegasnya. (Kerta Negara/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.