Suasana bongkar muat di pelabuhan. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bali mengimpor produk mainan pada Januari 2019 sebesar USD 2,8 juta. Nilai ini meningkat 2.247 persen dibandingkan Januari 2018. Sehingga membuat komoditas mainan menduduki posisi terbesar kedua setelah mesin dan perlengkapan mekanik untuk produk yang diimpor Bali.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho mengatakan, pada Januari 2018 impor mainan Bali mencapai USD 120.448, sehingga peningkatannya 2.247% (yoy). Dari Desember 2018 ke Januari 2019 peningkatannya 1.434% karena pada Desember 2018 impor produk Bali mencapai USD 184.291.

Secara umum peningkatan impor Januari 2019 (mtm) berdasarkan negara asalnya didominasi oleh peningkatan impor dari Tiongkok mencapai USD 1,2 juta, khususnya oleh impor mainan berupa flying theatre. Selain Tiongkok, peningkatan impor sebesar USD 866.805 dari Singapura juga turut andil dalam peningkatan impor pada Januari 2019. Komoditas yang dominan diimpor dari Singapura yaitu produk kapal terbang dan bagiannya.

Menurut negara asal impor utama, sebagian besar impor pada Januari 2019 tercatat berasal dari Amerika Serikat 25,24%, Tiongkok 20,78%, Hongkong 18,49%, Australia 7,11%, Singapura 5,91%, Belanda 3,62%, Perancis 2,88%, Jerman 2,61%, Thailand 2,15%, Italia 1,94%.

Dari sepuluh besar negara utama asal impor, tujuh negara asal impor mengalami peningkatan dengan peningkatan tertinggi hingga ratusan persen dicapai impor asal negara Singapura, Prancis dan Belanda. Kenaikan impor dari Prancis didominasi oleh impor produk wahana mainan. Sedangkan impor asal Belanda juga didominasi oleh naiknya impor produk mainan.

Baca juga:  Puluhan Anggota Satpol PP Diterjunkan Awasi Duktang di Terminal Mengwi

Berbeda dengan kondisi tujuh negara asal impor yang mengalami peningkatan, tiga negara asal impor mengalami penurunan antara lain impor dari Italia 68,27%, Jerman 14,26%, dan Hongkong 10,88%. Bila dibandingkan dengan kondisi Januari 2018 (yoy), enam negara asal impor mengalami peningkatan impor hingga ratusan persen yaitu negara Tiongkok, Amerika Serikat, Belanda, Singapura, Perancis dan Australia.

Sebagian besar dari keenam negara ini didominasi oleh meningkatnya impor produk mainan, produk mesin dan peralatan listrik, produk mesin dan perlengkapan mekanik serta produk kapal terbang dan bagiannya. Kondisi yang berbeda ditujukan oleh impor asal Italia yang secara yoy mengalami penurunan sebesar 10,28 persen.

Secara keseluruhan, pada Januari 2019, nilai impor Provinsi Bali tercatat mencapai USD 20 juta. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 18,16 persen dibandingkan dengan Desember 2018 yang tercatat USD 17 juta. Sedangkan dibandingkan dengan Januari 2018, impor Bali meningkat 161.94 persen karena nilai impor pada Januari 2018 mencapai USD 7 juta. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.