AMLAPURA, BALIPOST.com – Tempat objek wisata di Desa Besakih terus bermunculan. Jika sebelumnya ada objek wisata Taman Edelweis dan  objek wisata Padang Bunga Kasna, kini muncul objek wisata baru yakni Taman Jinja Bali yang lokasinya berada di Banjar Angsoka, Besakih.

Kendati baru dibuka awal Februari, akan tetapi objek wisata yang ada di kaki Gunung Agung itu sudah mulai ramai di dikunjungi pengunjung. Pengelola objek wisata Taman Jinja Bali, I Wayan Suastika, Minggu (10/3) mengatakan, ide awal dirinya membuat objek wisata tersebut setelah melihat adanya lahan yang bagus untuk dibangun objek wisata.

Berawal dari sanalah, pihaknya akhirnya membangun objek wsiata Taman Jinja Bali ini. Konsep pembangunan objek wisata ini memakai konsep Jepang.

Pasalnya, sebelumnya dirinya sempat merantau ke negara yang berjuluk Negeri Sakura. “Berawal inspirasi dari sanalah saya akhirnya membangun objek wisata Taman Jinja Bali ini. Karena di Bali belum ada objek wsiata yang memakai konsep ala Jepang. Makanya, karena belum ada akhirnya saya membangun objek wisata ini memakai konsep Jepang,” ujarnya.

Suastika menambahkan, dipilihnya lokasi tersebut untuk membangun objek wisata ini karena lokasinya sangat bagus. Menurutnya, keindahan yang ditawarkan pada objek wisata Taman Jinja Bali ini adalah keindahan Gunung Agung, alamnya yang indah dan sejuk, serta menawarkan pemandangan laun yang bentang. “Di sana pengunjung bisa sepuasnya melakukan swafoto dengan latar stage yang disediakan serta keindahan alam yang ditawarkan. Memang fasilitas yang disiapkan masih terbatas. Dan kedepannya kita akan trus melakukan penataan agar lebih bagus lagi serta akan menambah fasilitas ala Jepang. Sambil jalan saya berencana membangun kuil serta pagoda. Sehingga pengunjung yang berkunjung bisa menikmati semua yang kita sediakan,” katanya.

Baca juga:  2018, Ekonomi Bali Diproyeksi Tumbuh 6,4 Persen

Dia menambahkan, untuk saat ini para pengunjung yang masuk ke Taman Jinja Bali belum ditarik retribusi masuk. Sekarang ini, para pengunjung masih menyumbang secara sukarela bila ingin masuk ke objek wisata tersebut.

Pasalnya, saat ini pembuatan tiket masuk masih dalam proses. “Sekarang kita belum punggut tiket masuk. Karena belum ada tiket,” katanya.

Mengingat tiket masih dalam proses. “Sekitar satu sampai dua minggu ini tiket baru datang baru kita berani munggut karcis masuk. Rencananya tiket masuk nanti sebesar Rp 10 ribu,” jelasnya.

Tapi sampai sekarang pengunjung masih menyumbang secara sukarela. “Kita tidak batasi. Berapa mereka ingin menyumbang silakan,” sebut Suastika.

Lebih lanjut dikatakannya, pasca dibuka pada 14 Februari, pengunjung yang datang untuk berkunjung lumayan ramai. Jumlah kunjungan perharinya bisa mencapai 200 pengunjung.

Pengunjung yang datang kebanyakan pengunjung lokal. “Selain dari Besakih, pengunjung dari luar Besakih juga banyak yang datang berkunjung. Bakan beberapa hari lalu ada pengunjung dari Jepang yang berkunjung,” jelas Suastika.

Disinggung promosi untuk Taman Jinja Bali, Suastika menegaskan, selama ini menggunakan media sosial, seperti Fabebook dan instragram. “Kita juga menitip pesan kepada teman supaya ikut membantu mempromosikan tempat ini. Saya harap ke depannya tempat ini semakin dikenal masyarakat,” jelas Suastika. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.