Pangdam IX/Udayana Mayor Jendral (Mayjen) Benny Susianto, S.IP melantik Komandan Yonif 900 Rider/SBW Letkol Inf Danang Prasetyo Wibowo Senin (25/2).(BP/mud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pucuk pimpinan Batalyon Yonif 900 Rider/Satya Bhakti Wirottama (SBW) kembali disegarkan. Pejabat lama Letkol Inf. Toni Sri Hartanto digantikan oleh pejabat baru Letkol Inf. Danang Prasetyo Wibowo.

Upacara serah terima jabatan (sertijab) ini dihadiri Panglima Komandan (Pangdam) IX/Udayana Mayor jendral (Mayjen) Benny Susianto, S.IP melalui prosesi apel di halaman Batalyon 900 Rider/SBW Senin (25/2) kemarin. Selain sertijab, acara juga disi dengan penampilan beberapa keahlian Parjurit Yonif 900/SBW.

Uai pelantikan, Pangdam IX/Udayana Benny Susianto mengatakan, pergantian pucuk pimpinan di jajaran kesatuan TNI merupakan hal biasa dan dibutuhkan oleh sebuah organisasi. Meski demikian, pergantian ini sebagai peluang bagi setiap prajurit dalam mengembangkan karier dalam melaksanakan tugas yang dibebankan oleh Negara.

Apalagi, Batalyon Yonif 900 Rider/SBW merupakan salah satu kestuan yang menjadi andalan dan dibekali materi kesastuan yang lebih. Otomatis siapapun perajurit yang ditugaskan memegang tongkat komando dituntut memiliki profesional tinggi. Untuk itu, pejabat baru, Pangdam IX/Udayana Benny Susianto menginstruksikan agar kepercayaan memimpin batalyon ini dimanfaatkan dengan melaksanakan latihan optimal, meningatkan kewaspadaan, dan kepekaan mengantisipasi situasi wilayah agar tetap kondusif. “Pergantian ini kebutuhan oraganisasi dan juga mengembangkan karier setiap prajurit TNI. Kesatuan ini (Yonif 900 Rider/SBW) menjadi andalan, sehinga dibekal materi lebih dibandingkan kesastuan lain, sehingga peran ini juga menuntut profesionalisme setiap prajurit dalam memimpin kesastuan ini,” katanya.

Baca juga:  Gubernur Koster Apresiasi Udayana Run Diikuti Ribuan Atlet

Di sisi lain Pangdam IX/Udayana Benny Susianto mengatakan, memasuki tahun politik April 2019 ini, pimpinan TNI sudah menyatakan komitmennya untuk bersikap netral. Bahkan, semua jajaran TNI tidak akan “pandang bulu” menjatuhkan sanksi hukum dan sanksi internal kalau ada anggota TNI terbukti terlibat politik praktis. Terkait bantuan pengamanan,  Pangdam IX/Udayana Benny Susianto menyebut, selain tugas melaksanakan Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), Prajurit TNI juga ditugaskan melaksanakan tugas kewilayahan dan tugas khusus sesuai petunjuk Pangdam IX/Udayana. Untuk itu, Prajurit TNI siap bersinergi dengan jajaran Polri bersama-sama mengamankan pelaksanaan Pemuli April 2019 mendatang. “Pimpinan kami dari atas dan terendah sudah menyatakan komitmen kalau TNI netral. Silahkan tegur dan awasi kami dan kalau ada yang terlibat dalam politik, kebijakan pimpinan sudah jelas akan menindak baik secara hukum dan sanksi organsiasi,” tegasnya. (mudiarta/balipost)

 

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.