Gunung Agung mengelaurkan hembusan besar dengan ketinggian kolom abu mencapai 300 meter di puncak kawah, Rabu (20/2). (BP/nan)

 

AMLAPURA, BALIPOST.com – Ditengah masih tingginya aktivitas Gungung Agung dan adanya larangan untuk mendaki serangkaian upacara besar Karya Agung Panca Wali Krama, namun masih saja ada warga yang nekat naik ke Gunung Agung.

Masih adanya warga nekat mendaki terlihat dari adanya sebaran hasil rekaman video yang diambil seorang pendaki pada Senin (18/2) sekitar pukul 07.15 Wita. Video itu tentang rekaman kondisi kawah Gunung Agung sepanjang kurang dari satu menit.

Dalam rekaman tersebut, kondisi kawah Gunung Agung masih terlihat mengeluarkan asap. Bahkan asap yang keluar semakin banyak. Hampir mengelilingi dasar kawah gunung tertinggi di Bali itu. Asap yang dikeluarkan masih berwarna putih. Serta material lava yang sudah menjadi pasir terlihat berjubel di dasar kawah.

Kepala BPBD Karangasem, Ida Bagus Arimbawa mengakui, jika pihaknya sangat menyayangkan aksi nekat seorang warga yang kembali melakukan pendakian ke puncak Gunung Agung. Sampai detik ini warga tidak diperkenankan melakukan aktivitas pendakian karena aktivitas gunung tertinggi di Bali masih tinggi.

“Kami sangat menyayangkan kembali ada warga yang nekat melakukan pendakian. Padahal PVMBG dan BPBD sudah mewanti – wanti masyarakat supaya tidak melakukan pendakian. Bahkan kita sudah mengeluarkan surat himbauan larangan untuk melakukan pendakian kepada pihak – pihak terkait seperti PHRI, Dinas Pariwisata, Camat dan kepala desa, mengingat Gunung Agung masih level III (Siaga) dan sewaktu- waktu bisa meletus,” ujarnya.

Baca juga:  Datangi Pos Pantau Rendang, Gubernur Bali Ingin Tahu Perkembangan Gunung Agung

Arimbawa menduga, warga yang melakukan pendakian itu melalui jalur tikus yang memang minim penjagaan dari petugas. Untuk itu, pihaknya kembali menegaskan kepada masyarakat supaya tidak ada lagi yang nekat melakukan aksi pendakian. Apalagi, rangkain upacara besar yanki Upacara Karya Agung Panca Wali Krama di Pura Agung Besakih sudah dimulai. Sehingga tidak diijinkan lagi mengotori Gunung Agung.

“Kita tegaskan lagi supaya tidak ada lagi warga yang melakukan pendakian. Itu sangat beresiko sekali. Karena Gunung Agung bisa Meletus kapan saja tanpa pernah diketahui. Bila ada pendaki dan gunung erupsi kan dapat membahayakan nyawa pendaki. Ini yang harus di perhatikan oleh masyarakat,” tegas Aribawa.

Sementara Kepala Pos Pemantauan Gunung Agung di Desa Rendang, I Dewa Made Mertayasa menyatakan, jika sampai saat ini aktivitas Gunung Agung masih cukup tinggi. Karena belakakang ini Giri Toh Langkir sering erupsi.

Terakhir Gunung Agung mengeluarkan hembusan yang cukup besar Rabu (20/2) dengan kepulan asap mencapai ketinggian 300 meter di puncak kawah. “Ini artinya aktivitas vulkanik Gunung Agung masih tinggi. Jadi kita terus menekanan supaya tidak ada aktivitas di radius 4 km. Apalagi pendakian ke puncak Gunung Agung tidak boleh. Karena itu tidak diperkanankan, “jelas Dewa Mertayasa. (eka prananda/balipost)

 

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.