Gubernur Bali Wayan Koster membuka Forum Perencanaan Pendapatan Daerah khususnya PAD Provinsi Bali Tahun 2020 di Rumah Luwih Resort, Gianyar, Senin (18/2). (BP/ist)

SUMBER pendapatan terbesar pemprop Bali selama ini berasal dari pajak kendaraan dan bea balik nama kendaraan. Kedepan, Gubernur Bali Wayan Koster mengharapkan ada terobosan baru dalam menggali potensi pendapatan daerah kedepannya.

“Kita harus pikirkan celah-celah lain sebagai sumber pendapatan,” kata Gubernur Koster dalam Pembukaan Forum Perencanaan Pendapatan Daerah khususnya PAD Provinsi Bali Tahun 2020 di Rumah Luwih Resort, Gianyar, Senin (18/2).

Akan tetapi, Gubernur mengingatkan agar sumber pendapatan tetap pada koridor perundang-undangan. “Untuk tahun 2018 saya apresiasi karena PAD bisa mencapai bahkan melebihi target,” kata Koster.

Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini juga mengatakan perancangan dan target pendapatan harus berpegang pada konsep pendapatan yang optimal dan pengeluaran yang sehematnya.

“Ini yang akan menjadikan perencanaan yang dibuat dapat berjalan baik dan tepat, harus realistis, jangan juga terlalu ambisius, bermasalah nanti apalagi kalau defisit, tambah masalah. Namun diluar itu sekali lagi saya sangat mengapresiasi keuangan pemprov yang bisa dikatakan sangat sehat, terimakasih kepada semua pihak yang sudah bekerja keras,” Puji Koster.

Baca juga:  Bandara Buleleng Sepakat Dibangun di Darat

Selain itu, Koster juga mengungkapkan wacana untuk menggratiskan sewa tempat pameran pada gelaran Pesta Kesenian Bali (PKB). “Saya kira lebih baik gratis saja karena yang disana kan yang pameran kebanyakan usaha kecil. Tinggal kita tata saja nanti biar baik dan kalau perlu agar lebih banyak yang ikut pameran,” Tandasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Made Santha menyebut kegiatan ini ditujukan untuk mengkoordinasikan PAD secara sinergis dengan instansi, lembaga dan penghasil pendapatan lain seperti Rumah Sakit.

“Sehingga Target yang dicanangkan bisa optimal dan realistis melalui kesepakatan bersama instansi sehingga diketahui besaran potensi sumber pendapatan,” tutur Santha.

Dirinya juga mengungkapkan dalam pelaksanaan pra forum sebelumnya telah dicapai target sejumlah 3,6 Triliun untuk PAD 2020 mendatang.

Dalam Forum yang dihadiri perwakilan instansi dan DPRD tersebut, hadir pula Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama serta Wakil Ketua Nyoman Sugawa Korry dan IGB Alit Putra. (adv/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.