Menteri Arief Yahya didampingi Wagub Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati meresmikan Restoran Bebek Timbungan. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Restoran Bebek Timbungan menggelar grand opening pada Minggu (17/2). Menteri Pariwisata, Arief Yahya bersama Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati secara resmi membuka restoran yang menjadikan Bebek Timbungan sebagai menu andalannya tersebut.

Menpar menyampaikan selamat atas peresmian Bebek Timbungan Sunset Road. Dia juga menyampaikan selamat atas penghargaan Balinese Food Festival sebagai best of the best. Arief Yahya mengatakan kuliner dari sisi pariwisata maupun ekonomi kreatif menempati posisi yang sangat penting.

Dari data, untuk pariwisata sebanyak 30-40 persen spending of money atau pengeluaran wisatawan adalah di kuliner. Kuliner juga menempati 40 persen dari ekonomi kreatif di Indonesia. “Sebanyak 40 persen merupakan kuliner, 20 persen fashion dan 15 persen craft. Dari 40 persen kuliner, pertumbuhan bisa lebih dari 20 persen,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di sela-sela peresmian Bebek Timbungan Sunset Road, Minggu (17/2).

Dari data yang dipaparkan, Menpar menyebutkan kuliner merupakan bisnis yang sempurna karena porsinya yang besar hingga 40 persen. Selain itu, pertumbuhannya serta keuntungannya juga besar.

Namun, diakuinya, tantangan kuliner Indonesia saat ini adalah Indonesia belum memiliki national food. Hal itu disebabkan di Indonesia terlalu banyak makanan di daerah-daerah. Namun saat ini sudah ditetapkan oleh Bekraf, bahwa national food Indonesia adalah soto. Sementara Kemenpar menetapkan lima national food yaitu soto, sate, nasi goreng, gado-gado dan yang terbaik adalah rendang.

Permasalahan kedua, kata Menpar, Indonesia tidak memiliki destinasi kuliner tingkat dunia. Untuk itu kementerian akan melakukan sertifikasi untuk tiga destinasi di Indonesia.

Tahun ini diharapkan Bali, terutama Ubud, bisa menjadi destinasi kuliner kelas dunia. Sedangkan tahun depan menyusul Bandung, Yogyakarta, Solo dan Semarang.

Baca juga:  Wonderful Indonesia Packages Sihir Melbourne Australia

Sementara untuk permasalahan ketiga, Indonesia tidak memiliki restoran khas di luar negeri. Untuk itu pihaknya akan mem-branding sebanyak 100 restoran yang ada di luar negeri. “Tiga yang kita lakukan, satu menetapkan national food, kedua membuat destinasi kuliner tingkat dunia di Indonesia, ketiga mem-branding 100 restoran kuliner di luar,” pungkasnya.

Menurut Wieok Susanto selaku Direktur Natura Pesona Manduri (NPM), Bebek Timbungan menawarkan berbagai jenis menu tradisional yang sudah diolah sesuai dengan lidah wisatawan. Namun, menu paling spesial adalah Bebek Timbungan, salah satu sajian terkenal dan sebagai menu tertua di Bali. Dahulu Bebek Timbungan hanya dihidangkan pada upacara adat Bali saja.

Hadirnya restoran ini, kata Wieok, berangkat dari sebuah keinginan untuk terus melestarikan filosofi keanekaragaman makanan khas Bali. Dijelaskannya, Timbungan berasal dari kata embung atau timbung yang memiliki arti bambu. Jadi, Bebek Timbungan adalah hidangan daging bebek yang dimasak dengan bumbu basa genep yang merupakan racikan bumbu utama khas Bali dengan menggunakan bilah bambu.

Dengan tingginya permintaan terhadap menu Bebek Timbungan di restoran sebelumnya yang terletak di Secret Garden Village Bali, menjadi latar belakang dibukanya restoran Bebek Timbungan-Balinese Heritage Cuisine ini. “Kami siap melayani para pencinta kuliner tradisional berkualitas. Maka itu, Bebek Timbungan dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 Wita – 23.00 Wita,” terangnya.

Berbagai menu tradisional Bali dihadirkan selain Bebek Timbungan. Diantaranya Sate Bawah Pohon Jambu, Ikan Tambusan Lawas Genit, atau Sari Segara Sup Bening. Selama Februari, ada program diskon pada setiap pembelian menu makanan. “Kami tunggu kedatangan anda menikmati citarasa warisan kuliner Bali di Bebek Timbungan – Balinese Heritage Cuisine,” ujarnya. (kmb/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.