DENPASAR, BALIPOST.com – Perbatasan Indonesia-Timor Leste, hingga saat ini rawan penyelundupan. Kasus penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) sering diungkap anggota TNI yang tugas di sana.

Oleh karena itu Kodam IX/Udayana menggandeng Bea dan Cukai untuk mencegah penyelundupan tersebut. Hal ini disampaikan Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P., saat menerima kunjungan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Bali, NTB dan NTT, Untung Basuki, Jumat (15/2), di Makodam, Denpasar.

Pangdam berharap adanya kunjungan tersebut dapat menjalin dan meningkatkan sinergitas, keakraban dan kerja sama yang sudah terjalin selama ini. Termasuk dalam melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi masing-masing.

Di samping itu, kata Mayjen Benny Susianto, ke depan antar-institusi dapat saling bertukar informasi terkait tugas masing-masing di lapangan, baik pihak Bea dan Cukai dengan satuan-satuan TNI terdekat untuk dapat dilakukan lebih intensif lagi. Dengan demikian, TNI dapat memberikan dukungan sesuai dengan fungsi TNI dalam menjaga keamanan wilayah Bali, NTB dan NTT agar tetap terjaga. “Terutama di wilayah perbatasan Negara Indonesia dengan Negara Timor Leste tentunya sangat rawan dengan masalah penyelundupan,” ungkapnya.

Baca juga:  Hutan Negara di Banyupoh Terbakar

Sementara Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav Jonny Harianto G., S.I.P. mengatakan, anggota Pos Napan Bawah Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN bertempat di Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, NTT, berhasil menggagalkan penyelundupan 31 jerigen yang berisi 215 liter BBM. BBM yang diamankan tersebut 95 liter premium, 90 liter solar dan 30 liter minyak tanah.

Diduga BBM tersebut akan diselundupkan ke wilayah Timor Leste melalui jalan tikus yang ada di desa tersebut. “Enam anggota Pos Napan Bawah yang dipimpin oleh Wadanpos Serda Endrik sedang melaksanakan patroli dari patok ke patok. Tidak jauh dari patok pertama yang telah dilewati anggota pos menemukan timbunan yang ditutupi dahan-dahan pohon dan cukup mencurigakan,” ujarnya.

Selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan dan ternyata ada 31 jerigen isi BBM. Anggota tersebut berupaya mencari pemilik barang tersebut tapi hasilnya nihil. “BBM tersebut diamankan di Pos Napan Bawah. Sesuai rencana akan dibawa ke Makosatgas Pamtas RI-RDTL Yonif Mekanis 741/GN Sektor Barat untuk mendapatkan penanganan sesuai dengan prosedur,” ungkap Kolonel Jonny. (Miasa/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.