Gubernur Koster membagikan tas belanja dan WiFi yang diberikan Smartfren sebagai dukungan terhadap visi dan misi "Nangun Sat Kerthi Loka Bali." (BP/rin)

DENPASAR, BALIPOST.com- Perusahaan telekomunikasi 4G LTE, Smartfren mendukung Pemprov Bali dalam mensukseskan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali.” Dukungan ini antaralain dengan membagikan 50.000 kantong ramah lingkungan sebagai pengganti plastik, menyerahkan 100 modem WiFi kepada banjar yang terpilih.

Smartfren juga menghadirkan produk kartu perdana khusus masyarakat Bali, serta menghadirkan gerakan banjar to banjar yang menyasar 705 banjar. Sekaligus mengkampanyekan anti hoax dan anti narkoba. “Nangun Sat Kerthi Loka Bali adalah sebuah visi dan misi yang sangat luar biasa dan hebat, dimana visi dan misi ini dicanangkan dengan tujuan menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya,” ujar Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim dalam acara “Smartfren Dukung Kemajuan Bali” di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Kamis (14/2).

Menurut Djoko, pembagian kantong ramah lingkungan merupakan bentuk kepedulian terhadap program Pemprov Bali untuk mengurangi timbulan sampah plastik. Ketika penggunaan plastik berkurang, tentu keasrian Bali bisa terjaga sebagai modal utama destinasi pariwisata dunia.

Kegiatan lainnya, yakni penyerahan modem WiFi, Kartu Perdana Bali, dan gerakan banjar to banjar merupakan upaya memberdayakan masyarakat Bali untuk bisa berinternet. Dalam hal ini, Smartfren memberikan internet termurah. “Kami mensosialisasikan program baru, yakni semua pemakai Smartfren mendapatkan tiga tambahan kartu gratis lengkap dengan 30 giga per kartunya,” jelasnya.

Djoko menambahkan, pihaknya juga memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menjadi pelanggan Smartfren selama 90 hari ke depan. Yakni dengan membeli satu kartu untuk mendapatkan tiga kartu bonus.

Seluruhnya mendapatkan layanan 10 menit gratis untuk semua operator, dan gratis bicara sesama Smartfren tanpa batas atau unlimited. Pada bulan kedua dan bulan berikutnya melakukan top up Rp 50 ribu juga kembali mendapatkan 30 Gigabytes. “Harapannya masyarakat dapat mencari informasi dan juga konfirmasi mengenai sesuatu yang hoax atau bukan, demi menjaga kesucian tanah Bali,” imbuhnya.

Baca juga:  XL Siap Hadapi Nataru di Bali

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasinya atas dukungan Smartfren terhadap visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Berbagai program kerja yang dicanangkan dan telah dilakukan Smartfren sangat sejalan dan telah mencerminkan visi tersebut.

Dalam waktu dekat, Pemprov Bali akan melakukan  pemasangan WiFi gratis di seluruh desa adat di Bali, dan dengan dukungan Smartfren maka diharapkan akan memperkuat fungsi teknologi informasi yang ada di desa adat. Dengan hadirnya WiFi di seluruh desa adat di Bali maka diharapkan masyarakat akan lebih mudah tidak hanya dalam mengakses informasi tetapi juga mempromosikan potensi serta produk kerajinan yang dimiliki desa. “Saya harap jangkauan jaringannya bisa mencapai seluruh Bali tanpa ada gangguan, dengan hadirnya internet di setiap desa saya harapkan generasi muda dapat menggunakan untuk hal positif, untuk memajukan  dirinya sendiri, memajukan masyarakat serta membangun kekuatan ekonomi yang disesuaikan dengan karakter masing masing desa, ” ujarnya.

Koster juga berharap dukungan ini akan  terus berlanjut sebagai bagian dari strategi membangun Bali dan memperkuat Bali dari segi teknologi.

Sementara itu, Bendesa Agung MUDP Bali, Jero Gede Suwena Putus Upadesha berterima kasih atas perhatian dalam rangka meningkatkan komunikasi dan informasi antara desa Pakraman dengan pemerintah dan stakeholder lainnya dalam membangun Bali di era kekinian. Desa Pakraman beserta Prajuru mesti memanfaatkan teknologi informasi untuk membendung gangguan yang muncul.

Seperti berita hoax dan perkembangan pembangunan di pemerintahan, serta sebaliknya untuk menginformasikan potensi di desa Pakraman. “Sehingga nantinya benar-benar kita memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengembangkan desa Pakraman ke depan,” ujarnya. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.