Gunung Agung, (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Setelah sempat erupsi beberapa hari lalu, Gunung Agung kembali mengalami erupsi pada Kamis (14/2). Erupsi kali ini, Gunung tertinggi di Bali itu mengepulkan kolom abu dengan ketinggian 200 meter di puncak kawah.

Sampai saat ini status Gunung Agung masih berada di Level III (Siaga). Dan VONA penerbangan masih berwarna orange.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, I Dewa Gede Mertayasa, mengatakan, sebelum kembali erupsi, memang dalam kurun waktu 12 jam terjadi sekitar 6 kali hembusan. Selain gempa-gempa hembusan, juga beberapa kali terjadi gempa vulkanik. “Erupsi terjadi pukul 04.34 Wita. Ketinggian kolom abu pada erupsi kali ini setinggi 200 meter di puncak kawah dengan Amplitudo 17 mm, durasi selama 220 detik. Asap bertekanan lemah teramati masih berwarna putih. Kepulan asap mengarah ke timur. Dari CCTV Bukit Asah memang teramati adanya sinar api. Tapi sinar apinya kecil di puncak,” ujarnya.

Baca juga:  Gunung Agung Erupsi, Abu Sampai Denpasar

Dewa Mertayasa mengatakan, setelah terjadinya erupsi, Gunung tertinggi di Bali itu terus mengeluarkan hembusan. Artinya, aktivitas Gunung Agung masih cukup tinggi.

Karena di level III (Siaga) ini potensi untuk terjadinya erupsi masih ada. “Wajar erupsi terjadi di level Siaga ini. Untuk ke depannya erupsi pasti kembali terjadi. Hanya saja kapan erupsi itu akan terjadi kita tidak bisa pastikan. Semua itu tergantung gunungnya. Bila tekanan gas magmatik dari bawah besar dan penutup di atasnya tidak kuat menahan itu, pasti akan erupsi atau hembusan,” paparnya.

Kalak BPBD Karangasem, Ida Bagus Arimbawa mengatakan, berdasarkan i formasi yang diterima, sejumlah wilayah di Karangasem terpapar abu vulkanik dengan intensitas tipis. “Info yang kami dapat Kecamatan Abang dan Desa Bugbung terpapar abu. Intesitas abu masih tipis,” kata Arimbawa. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.