Dirut BTN, Maryono. (BP/son)

JAKARTA, BALIPOST.com – Sepanjang usianya, BTN telah merealisasikan kredit sekitar Rp 523 triliun yang didominasi oleh kredit pemilikan rumah (KPR). Kredit dan pembiayaan tersebut mengalir kepada lebih dari 4,5 juta keluarga di Indonesia. “Kucuran kredit BTN tersebut banyak didorong oleh Program Sejuta Rumah serta inovasi produk dan skema kredit yang memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah hingga milenial untuk memiliki rumah,” kata Dirut BTN Maryono usai membuka acara funwalk HUTk e-69 BTN di Jakarta, Minggu (10/2).

Funwalk selain diikuti seluruh karyawan dan jajaran manajemen BTN serta masyarakat umum dan mitra lerja, hadir juga Deputi Bidang Jasa Perbankan, Konstruksi dan Konsultan Kementrian BUMN, Gatot Trihargo. Maryono juga mengapresiasi pemerintah, regulator dan masyarakat dalam mendukung kinerja BTN selama 69 tahun berdiri.

Menurut dia, kepercayaan keluarga Indonesia terhadap BTN untuk memberikan layanan perbankan dan kepercayaan pemerintah untuk mengalirkan bantuan subsidi KPR melalui perseroan memotivasi BTN untuk terus berkembang lebih baik. Agar kinerja kredit BTN terus melaju, Maryono mengatakan, perseroan memasang sejumlah strategi.

Pertama, meningkatkan kerja sama dengan instansi atau pihak swasta untuk jasa layanan perbankan, khususnya pembiayaan perumahan. Kedua, mengembangkan digital ecosystem dengan memperkuat fitur-fitur dari digital channel BTN untuk layanan perbankan baik transaksi maupun kredit demi menghadapi disrupsi ekonomi yang terjadi.

Baca juga:  41 Tahun, Penyaluran KPR BTN Capai Rp 230,2 Triliun

Ketiga, memperkuat kemitraan dengan pemerintah untuk pembiayaan dan penyediaan perumahan. Terakhir adalah menyelaraskan program dan target perseroan dengan misi pemerintah dalam holding perbankan serta Program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang akan direalisasikan.

Untuk menjalankan strategi tersebut, jelas Maryono, BTN tentu meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perusahaan agar dapat memenuhi target-target yang dipasang pemerintah untuk mengurangi backlog perumahan yang saat ini masih di kisaran 11 juta unit.

Tahun 2019 ini, jelas Maryono, menjadi salah satu tahun penentuan bagi BTN karena sejumlah program yang akan memperkuat peran perbankan sebagai kontributor terbesar di Program Sejuta Rumah berjalan, diantaranya program pembiayaan perumahan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Polri dan TNI dan juga rencana pemerintah untuk menggulirkan program Tapera selain keberlanjutan program sejuta rumah oleh pemerintah. “Ketiga hal ini akan menentukan dominasi BTN untuk menguasai bisnis KPR baik subsidi maupun non subsidi,” kata Maryono. (Nikson/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.