Bangunan restauran roboh di Desa Nyuh Tebel, Manggis, Karangasem roboh akibat diterjang banjir. (BP/nan)

 

AMLAPURA, BALIPOST.com – Hujan lebat di Karangasem, Jumat (8/2), memicu banyak bencana. Di Candidasa, sebuah bangunan restoran di Basyshore Villas di Desa Nyuh Tebel, Manggis, Karangasem roboh akibat diterjang banjir. Atas bencana itu, kerugian materiil yang dialami mencapai ratusan juta.

Seorang karyawan, Kadek Sugian mengatakan, akibat di terjangan banjir itu membuat satu bangunan roboh. Kata dia, bangunan roboh terjadi sekitar pukul 14.00 Wita saat hujan lebat berlangsung. Dimana lokasi bangunan berada di bibir aliran sungai.

“Kemarin (Kamis,red) saat ada air sungai besar belum ada senderan bangunan yang retak atau rusak. Tapi tadi tiba-tiba bangunan roboh. Air naik sampai tiga meter sampai ke halaman villa,” ujarnya.

Dia menjelaskan, saat kejadian kebetulan tidak ada karyawan di bawah bangunan. Jelas dia, akibat kejadian ini banyak barang -barang yang ada di bawah banguna seperti kulkas, meja dan yang lainnya rusak akibat ditimpa reruntuhan bangunan.

“Lima Kulkas rusak berat. Kerugian materiil akibat kejadian ini mencspai ratusan juta,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, bangunan yang roboh tersebut telah diansuransikan. Bahkan petugas asuransi telah datang untuk melakukan pengecekan terhadap banguan yang rusak.

“Tadi sudah di cek oleh petugas asuransi. Kemungkinan sekitar seminggu bangunan akan diperbaiki,”katanya.

Jembatan amblas

Hujan lebat tak hanya membuat banjir dan longsor. Hujan lebat juga mengakibatkan sebuah jembatan di ruas jalan Subagan menuju Asak tergerus. Atas kondisi itu, untuk sementara akses jalan di tutup untuk pejalan kaki maupaun pengendara.

Salah seorang warga yang menemukan jembatan itu tergerus, Wayan Subagan mengatakan, awalnya pihaknya hanya melihat senderan di jembatan.yang hanyut diterjang air sungai yang besar sekitar pukul 14.00 Wita. Kala itu hujan dangat lebat mrlands wilayah ini. Setelah itu sekitar pukul 16.00 wita dirinya kembali melihat jembatan. Dan setalah dilihat senderan penyangga di bawah jembatan sudah ablas.

Baca juga:  Di Badung, Perayaan Tahun Baru Diprediksi Hujan Lebat

“Saya kebetulan punyanternaik disininjadi saya tahu kalau jembatan amblas. Setelah itu saya infokan kepada warga lain. Dan saya meminta supaya jalan menuju ke jembatan ini suoaya ditutup. Dan warga lain langusng menyampaikan hal ini ke Dinas PUPR.

Sementara itu, Kadis PUPR I Ketut Sedana Merta mengatakan, untuk saat ini pihaknya telah menutup jalan supaya tidak ada warga yang melintasi jembatan ini.

Karena bodeker di bawah jembatan amblas. Dimana bodeker itu dibangun sudah lama yakni tahun 1979. Karena itu tergerus, maka jembatan sangat berbahaya untuk dilintasi. Karena pihaknya tidak berani menjamin kekuatan jembatan. “Kita minta untuk pejalan kaki maupun pengendara untuk tidak melitasi jembatan ini. Kami tidak berani mejamin kekuatan jembatannya. Karena bila penahannya tidsk kuat maka jembatan tiba-tiba bisa ambruk,”ujarnya.

Sedana Merta menambahkan, jika saat ini pihaknya belum bisa melakukan pengecekan terhadap jembatan. Pasalnya, sampai saat ini aliran air sungai masih sangat deras. Jelas dia, bila sudah tidak air baru pihaknya bakal melakukan pengecekan. “Sekarang kita tidak berani ambil resiko untuk melakukan pengecakan. Air sungainya masih sangat besar. Mungkin besok (Hari ini red) kita akan lakukan pengecekan,”jelas Sedana Merta. (eka prananda/balipost)

 

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.