Guna menggenjot sport tourism di Indonesia, digelar seminar terkait sport event. (BP/edi)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Guna mencapai target kunjungan sebanyak 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Tanah Air dan pertumbuhan pergerakan wisatawan nusantara (wisnus), kegiatan wisata olahraga atau sport tourism juga semakin digenjot. Untuk itu Kementerian Pariwisata tahun ini menargetkan sebanyak 250 ribu wisatawan yang datang ke Indonesia dengan tujuan melakukan wisata olahraga.

Untuk Bali, hingga sekarang masih menjadi destinasi favorit untuk kegiatan wisata olahraga. Hal itu karena Bali memiliki tempat terbuka yang berbasis alam yang tentu diminati.

Pelaksanaan sport event untuk pengembangan sport tourism di Bali memang sangat potensial untuk dilaksanakan. Mengingat, berbagai kegiatan sport tourism kelas internasional telah berlangsung di Bali.

Namun, menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, A.A Gede Yuniartha Putra, meski memiliki potensi destinasi yang sangat mendukung, Bali masih terkendala infrastruktur. Dari sisi venue, beberapa venue di Bali sudah disiapkan untuk wisatawan yang memang datang khusus melakukan sport tourism.

Baca juga:  Wiswan Tertahan di LIA, Ini Upaya Pelaku Pariwisata Buat Situasi Kondusif

Bahkan sport event, memang sudah masuk dalam program Dinas Pariwisata Provinsi Bali. “Akan tetapi, dari pengamatan kami di Bali masih terkendala infrastruktur yang belum menunjang. Yang seharusnya, itu merupakan pendukungnya,” katanya, Kamis (7/2) di Kuta.

Sampai saat ini, diakuinya untuk pembangunan infrastruktur di Bali, biasanya baru dilakukan saat akan ada event-event besar. Pihaknya berharap, tidak seperti itu, namun. “Bali mendapatkan sesuatu apa bila ada event saja, Contoh pelaksanaan APEC kita (Bali) mendapat Jalan Tol, selanjutnya IMF mendapat bantuan pembangunan Underpass,” bebernya.

Sementara, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Wisata Alam dan Buatan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Alexander Reyaan menyebutkan, target dari sport tourism itu bukan hanya kedatangannya, tapi juga spending money. Karena, akan memberikan dampak besar terhadap masyarakat di sekitar destinasi sport event berlangsung. (Yudi Karnaedi/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.