Adi Nugroho. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ekonomi Bali pada 2018 tumbuh 6,35 persen dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan ADHB (atas dasar harga berlaku) sebesar Rp 234,43 triliun sedangkan PDRB berdasarkan ADHK (atas dasar harga konstan) sebesar Rp 154,15 triliun. Dengan proyeksi jumlah penduduk Bali pada tahun 2018 yang sebesar 4,29 juta jiwa, PDRB per kapita ADHB mencapai Rp 54,62 juta.

Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana mengatakan, ekonomi Bali di 2018 tercatat

6,35 persen atau meningkat dibanding pertumbuhan 2017 yang tercatat sebesar 5,57 persen. Ekonomi Bali triwulan IV 2018 bila dibandingkan triwulan IV 2017 (yoy) tercatat tumbuh sebesar 7,59 persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2017 yang tercatat sebesar 4,01 persen.

Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi tercatat pada lapangan usaha kategori konstruksi sebesar 10,44 persen (ctc). Sedangkan secara qtq, triwulan IV 2018 dibandingkan triwulan III 2018, dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh lapangan usaha industri pengolahan yang tercatat tumbuh sebesar 2,96 persen, lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang tercatat tumbuh sebesar 2,12 persen, dan lapangan usaha kategori pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 2,12 persen.

Baca juga:  Kelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan Sumbang Inflasi Tertinggi

Dari sisi pengeluaran, kontribusi tertinggi masih disumbang oleh komponen pengeluaran rumah tangga sebesar 47,15 persen pada triwulan IV 2018 dengan angka pertumbuhan tercatat sebesar 6,90 persen.

Kepala BPS Bali Adi Nugroho menambahkan, pertumbuhan ekonomi Bali triwulan 4 tahun 2018, adalah pertumbuhan yang cukup menggembirakan.

Karena pada triwulan 4 tahun 2018 tumbuh 0,60 persen. “Ini sesuatu yang menggembirakan karena biasanya pertumbuhan di triwulan 4 tidak sebesar itu,” ungkapnya.

Sementara dengan tumbuh 0,60 persen itu kemudian juga mengisyaratkan tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Bali juga tumbuh sangat baik 6,35%. Besaran angka 6,35% ini lebih tinggi dari nasional yang tumbuh sebesar 5,17 persen.

Dari 17 kategori kegiatan perekonomian yang tercatat mengalami pertumbuhan paling kuat di tahun 2018 adalah dari kategori perdagangan besar dan eceran yang secara yoy tumbuh 12,34 persen. Pada posisi kedua adalah sektor konstruksi tumbuh 9,4 persen, posisi ketiga adalah sektor industri pengolahan tumbuh 9,16 persen.

Di luar itu dari 17 kategori, 16 kategori yang tercatat mengalami pertumbuhan positif. Hanya kategori atau lapangan usaha pengadaan listrik dan gas pada tahun 2018 tercatat mengalami pertumbuhan negatif sebesar -3,51 persen. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.