Ni Putu Diah Pradnya Maharani. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Ni Putu Diah Pradnya Maharani meraih prestasi membanggakan. Ia berhasil menjuarai ajang pemilihan Puteri Remaja Bali 2019 pada Selasa (5/2) malam.

Remaja yang akrab disapa Gek Diah ini merupakan puteri pertama Bupati Gianyar I Made Mahayastra dengan Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra. Kini remaja 16 tahun ini sedang bersiap berkompetisi di tingkat nasional, yang acaranya digelar Juli 2019.

Gek Diah yang ditemui Rabu (6/2) menuturkan kegemarannya terhadap dunia modeling sudah tumbuh sejak masih kanak-kanak. Gek Diah pun sempat ikut kelas singkat modeling.

Kemudian mulai mendalami dunia modeling lewat YouTube. Sejumlah model kenamaan pun dijadikan motivasi hingga akhirnya Gek Diah menekuni dunia catwalk.

Demi menyalurkan hobinya, pelajar kelas X di Gandi Memorial International School Denpasar ini tertarik mengikuti ajang Putri Remaja Bali 2019. Gayung pun bersambut ketika sang ibu mensupport penuh. “Untuk ajang ini, awalnya Mama yang ngasi tahu. Karena saya di sekolah memang agak sibuk dengan pelajaran,” jelasnya.

Diakui saat mendaftarkan diri, Gek Diah tidak terlalu peduli dengan hasil. Terpenting baginya adalah menyalurkan hobi dan menambah pengalaman. “Awalnya gak peduli menang atau kalah. Setelah ikut, saya keluarkan semua kemampuan. Tidak saja cukup dari penampilan fisik, tapi juga ada tes bakat, pengetahuan, dan kemampuan berbahasa asing,” jelasnya.

Gek Diah yang sehari-hari memang fasih berbahasa Inggris ini pun dengan mudah mengalahkan peserta yang lain. “Peserta diwajibkan membuat pidato, saya buat H-1, bertema narkoba. Dan kebetulan disela-selanya, ada saya sisipkan bahasa Inggris,” jelasnya.

Mengenai embel-embel membawa nama sebagai “Anak Bupati Gianyar,” Gek Diah berupaya membuktikan bahwa dirinya memang punya potensi tanpa harus membawa nama orang tua. “Di sana saya buktikan, bukan karena jabatan orangtua. Saya buktikan punya potensi dan memang pantas di sana,” ungkapnya.

Menariknya, Gek Diah juga nge-gym untuk membentuk badan. Aktivitas ini sudah ia lakoni sejak 2 tahun lalu. Tujuannya, supaya tubuh tetap bugar dan terbentuk. Hal ini juga dilakukan untuk bekal ke tingkat nasional.

Gek Diah mengaku bersyukur memiliki ibu dengan hobi yang sama, yakni modeling dan fashion. “Pasti nanti latihan catwalk, attitude, brain dan berusaha memunculkan inner beauty. Semua saran dari Mama saya pakai bekal, tapi harus tetap jadi diri sendiri,” jelasnya.

Ajang Pemilihan Puteri Remaja Bali ini dianggap sebagai permulaan untuk mengikuti ajang serupa ke depan. Bahkan gadis kelahiran Desa Melinggih, Kecamatan Payangan ini menargetkan akan ikut ajang Jegeg Bagus Gianyar, Putri Bali dan lolos Putri Indonesia. “Jika usia sudah memenuhi nanti, ingin lanjut ikut audisi pemilihan Jegeg Gianyar. Kan dari Gianyar, harus berangkat dari Gianyar,” jelasnya.

Meski hobi modeling, bagi Gek Diah pendidikan tetap nomor satu. Dikatakan dirinya punya cita-cita menjadi dokter. Mengenai keinginan ikut jejak bapaknya yang terjun ke dunia politik, ia belum memikirkannya. “Bapak terlalu sibuk berpolitik. Saya ingin nanti jadi dokter saja, sambil tetap menjalankan hobi sebagai model,” jelasnya.

Sementara itu Bupati Gianyar, I Made Mahayastra mengatakan putri pertamanya ini memang punya bakat. Ajang yang diikuti pun sebagai permulaan untuk ikut ajang serupa ke depan. “Anak saya baru pemula. Masih mencari bentuk, ikut audisi, bergaul dengan teman agar tambah dewasa. Tapi dia sendiri saat ini masih remaja,” ujarnya.

Sementara sang ibu, IA Surya Adnyani mengatakan sejak awal tidak pernah memaksakan keinginan pada anak-anaknya. Meski demikian, sebagai orangtua pihaknya mengaku berperan untuk mengarahkan ke jalur yang seharusnya. “Tidak sampai memaksa harus ini atau itu, tiang hanya mendampingi anak dalam segala bidang, agar arahnya baik dan benar,” ujarnya. (Manik Astajaya/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.