AMLAPURA, BALIPOST.com – Belasan ribu krama Bali dari berbagai komponen mengikuti aksi sosial Gerakan Kedas Sampah Plastik (Gedasamtik) yang dilaksanakan DPP Peradah Bali dan KMHDI Bali. Aksi ini dilaksanakan di Kawasan Pura Agung Besakih, Sabtu (2/2).

Aksi bersih-bersih sampah ini dilakukan dalam menyambut pelaksaan Karya Agung Panca Wali Krama pada Maret 2019. Kegiatan yang dipusatkan di depan Pura Basukian itu dibuka langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.

Kegiatan aksi bersih-bersih sampah plastik ini diikuti oleh semua komponen masyakat di Bali. Aksi bersih-bersih sampah plastik di Besakih dimulai dari pintu masuk Desa Besakih di Banjar Kedungdung. Kegiatan ini menyisir jalan raya, aliran sungai maupun tempat-tempat suci yang tersebar di sejumlah titik pura di Besakih.

Setelah sampah terkumpul, sampah diangkut menggunakan truk ke TPA.

Gubernur Bali I Wayan Koster sangat mengapresiasi kegiatan aksi Gedasamtik ini. Apalagi, kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah  yang tertuang dalam Peratuan Gubernur (Pergub) No.97 Tahun 2018 tentang Pembatasan  Timbulan Plastik Sekali Pakai.

Kegiatan ini juga sejalan dengan visi dan misinya yang tertuang dalam Program Sat Kerthi Loka Bali yakni menjaga kesucian alam semesta beserta dengan sisinya untuk mewujudkan kebahagian masyarakat Bali secara skala dan niskala. Maka dari itu, diharapkan semua wilayah bisa bersih dari sampah plastik. “Kami harap lewat kegiatan ini alam bisa terbebas dari sampah plastik. Program ini sangat bagus dan perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten termasuk masyarakat Bali. Jadi keberhasilan ini harus melibatkan seluruh komponen masyarakat di Pulau Dewata.

Baca juga:  Edukasi Masyarakat, Sejumlah Organisasi Pemuda Gagas "Gerakan Kedasin Sampah Plastik" di Pura Besakih

Sehingga, kegiatan ini harus disebarluaskan ke seluruh masyarakat Bali. “Supaya kegiatan ini tidak terhenti sampai di sini dan dapat terus berlanjut ke depannya secara berkesinambungan,” ujar Koster.

Koster menambahkan, untuk menyukseskan dan memperkuat partisipasi mengikuti kegiatan ini, pihaknya meminta pemerintah daerah supaya dapat mengeluarkan peraturan. Termasuk di desa adat juga bisa mengeluarkan peraturan seperti dibuatkan parerem.

Sementara itu, Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa menjelaskan, lewat kegiatan seperti ini, alam dapat terbebas dari kepungan sampah plasik. Dia juga menghimbau kepada seluruh masyarakat khususya Karangasem supaya tidak membuang sampah sembarang.

Apalagi, membuang sampah di aliran-aliran sungai. Karena itu akan dapat mencemari dan merusak lingkuangan sekitar. “Kami harap gerakan ini terus berkesinambungan. Tak berhenti di sini saja. Dan saya harap kegiatan ini dapat mengedukasi masyarakat terhadap bahaya sampah plastik yakni dimulai dari keluarga,” tegas Artha Dipa.

Bendesa Adat Besakih Jro Mangku Widiarta, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Kata dia, kalau dilihat di Besakih, sampah memang masih menjadi permasalahan. “Kami harapkan setelah adanya gekaran ini krama Bali tidak lagi membawa sampah plastik saat melakukan persembahyangan ke Besakih,” ujarnya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.