MANGUPURA, BALIPOST.com – Rehabilitasi dan penataan kawasan dam Estuari atau sering disebut Waduk Muara Nusa Dua, terus dikebut. Bahkan saat ini progres pengerjaan sudah mencapai 53 persen.

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Estuari Dam, Balai Wilayah Sungai Bali Penida, Komang Antara saat dikonfirmasi, Jumat (1/2), mengatakan untuk progress yang sudah dikerjakan meliputi pengerukan sedimentasi yang rata-rata pekerjaan sudah 50 persen. Pengerukan sedimentasi ini menurutnya memang mendesak harus dilakukan.

Karena diakuinya tingkat sedimentasi di Waduk Muara Nusa Dua tergolong tinggi mencapai ketebalan 75 cm. Selain untuk memperbaiki aliran sungai, pengerukan sedimentasi juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas air baku milik PDAM Badung. “Berdasarkan volume, sedimentasi yang akan dikeruk total sekitar 240.000 meter kubik,” pungkasnya.

Selain pengerukan sedimentasi, pemasangan Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) atau beton pinggiran untuk penataan senderan sungai juga sudah dikerjakan. Bahkan saat ini untuk sudah dilanjutkan untuk penataan jalan dan taman. “Untuk progress pengerjaan, sebagian penataan jalan dan taman juga sudah selesai dikerjakan,” katanya.

Dijelaskannya, untuk luas waduk secara keseluruhan yang akan ditata adalah 35 ha tampungan keseluruhan. Sedangkan untuk lebar sungai rata-rata 20-23 meter.

Baca juga:  Masyarakat Tanjung Benoa Khawatir Dampak Proyek Perluasan Pelabuhan Benoa

Pengerjaan proyek dengan nilai kontrak Rp 205.514.565.000 didanai sepenuhnya dari APBN. “Proyek yang ditargetkan selesai Desember 2019 ini juga termasuk sistem perkuatan senderan dan bangunan pelengkap lainnya,” katanya.
Dalam proyek ini, juga dibangun groundsill yang bertujuan untuk mengurangi kecepatan arus sehingga pengendapan sedimen akan lebih banyak terjadi di bagian hulu. Groundsill yang berbentuk bendungan kecil tersebut, nantinya bisa dimanfaatkan untuk pejalan kaki.

Sedangkan di tengah-tengah groundsill, akan ada bagian yang bisa dibuka tutup dengan ukuran 10 meter, agar bisa dilintasi kapal keruk kecil. Sementara, di kanan dan kiri waduk juga dilakukan perbaikan jalan serta akan ada satu dermaga kecil.

Dermaga ini nantinya akan digunakan untuk boat-boat pengambil sampah dan juga untuk maintenance. Sedangkan, untuk menghalau sampah dari kawasan hulu, di salura pengarah akan dipasangi trash rake atau saringan sampah.

Untuk pengerjaan trash rake saat ini sudah dilakukan pembuatan pondasi. “Sekarang tinggal menunggu perakitan perlengkapannya. Ini sudah tahap persiapan untuk penyesuaian agar presisi,” ungkapnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.