AMLAPURA, BALIPOST.com – Hujan lebat disertai angin kencang yang kerap terjadi belakangan ini mengakibatkan bencana pohon tumbang terus terjadi yang menimpa permukiman warga. Seperti bencana yang menimpa rumah Putu Kertiasa asal Kelurahan Karangasem.

Akibat rumahnya hancur ditimpa pohon, ia bersama istri dan anaknya tinggal di bawah tenda darurat sejak seminggu lalu. Putu Kertiasa mengatakan, kalau tak ada pilihan lain selain tidur di tenda darurat yang dibangunnya itu.

Pasalnya, dirinya tidak memiliki rumah lagi pascahancur tertimpa pohon tumbang beberapa hari lalu. Di tenda darurat itu, dirinya tinggal bersama istrinya Ni Made Sudewi, bersama tiga anaknya masing-masing Ni Putu Widia Dewi (12),  Ni Komang  Febriani (8), dan trakhir Ketut Adi Pratama (4). “Tenda ini pinjaman sementara dari petugas BPBD. Kalau dibutuhkan nanti, maka tenda akan di bongkar. Dan saya tidak memiliki tempat untuk berteduh lagi,” ujarnya.

Baca juga:  Diguyur Hujan Beberapa Jam, Jalan di Kota Bangli Kembali Banjir

Ia sangat mengharapkan bantuan segera untuk memperbaiki kerusakan rumah. Karena sampai sekarang belum ada bantuan, cuma sembako dari Dinas Sosial (Dinsos) Karangasem.

Kata dia, ketika cuaca panas di dalam tenda menjadi gerah. Sebaliknya saat hujan, air masuk ke dalam tenda. “Kasihan anak-anak. Semoga segera bisa dibantu,” harapnya. (Eka Parananda/balipost)

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.