Bunga gumitir. (BP/dok)

BANGLI, BALIPOST.com – Rencana Bupati Bangli menjadikan bunga gumitir sebagai maskot Kabupaten Bangli menuai banyak komentar dari berbagai kalangan. Sebagian menilai rencana itu sah-sah saja, namun tak sedikit juga yang menilai bunga gumitir kurang pas dijadikan maskot Bangli karena tidak mencerminkan kekhasan Kabupaten Bangli.

Menanggapi hal itu, Bupati Bangli I Made Gianyar menegaskan bahwa idenya menjadikan bunga gumitir sebagai maskot Kabupaten Bangli baru sebatas rencana. Untuk menetapkan sebuah maskot Kabupaten, Gianyar mengaku akan terlebih dahulu melakukan pembahasan dengan berbagai pihak.

Ditemui di Kantor Bupati, Jumat (1/2), Gianyar menjelaskan bahwa awal mula pihaknya berkeinginan membuat maskot kabupaten saat menghadiri sebuah acara di Tabanan. Kala itu, dirinya menyaksikan tarian maskot Kabupaten Tabanan yakni Tari Sekar Sandat.

Gianyar mengaku saat itu dirinya sempat berdebat dengan Bupati Tabanan Eka Wirastuti soal tari bunga sandat. Gianyar menyebut bahwa tarian itu adalah milik Bangli yang diciptakan pada jaman kepemimpinan Bupati I Nengah Arnawa.

Namun Bupati Tabanan mengatakan bahwa Tari Sekar Sandat adalah milik Tabanan yang sudah diperdakan. “Saya sempat telpon Kadis Pariwisata untuk menayakan apakah tari sekar sandat kita sudah diperdakan atau belum, ternyata dijawab oleh Kadis belum ada perdanya,” ungkapnya.

Sejak saat itu, Gianyar pun mulai memilikirkan untuk membuat sebuah maskot Kabupaten Bangli. Bupati asal Desa Bunutin Kintamani itu kemudian mendapat ide menjadikan bunga gumitir sebagai maskot saat mengantar almarhum istrinya melakukan pengobatan alternatif. “Kita mau pakai Pucuk Bang ternyata sudah punya Gianyar, Jepun sudah punya Badung. Saya terpikir untuk menjadikan Gumitir jadi maskot,” ujarnya.

Baca juga:  Masih Tinggi, KK Miskin di Bangli Capai 8.995

Bunga Gumitir tak hanya memiliki warna yang indah, namun juga memiliki juga memiliki banyak manfaat. Bunga Gumitir sangat cocok hidup didaerah sejuk seperti Kabupaten Bangli.

Di samping memiliki fungsi agama dan seni, Gumitir menurutnya juga mempunyai nilai ekonomi. “Kita tidak ingin buat maskot tapi yang tidak bisa dikembangkan di Bangli,” kata Gianyar.

Sebelum nantinya bunga Gumitir benar-benar ditetapkan menjadi maskot kabupaten dan diatur dalam sebuah perda, Gianyar merencanakan akan terlebih dahulu melakukan pembahasan-pembahasan dengan berbagai kalangan. Pihaknya juga merencanakan akan menggelar lokakarya, seminar untuk menentukan apa yang tepat dijadikan maskot. “Kalau nanti ada alternatif lain, tidak masalah,” ujarnya.

Mengenai Tarian Gumitir yang sudah diciptakan dan diujicobakan belum lama ini, Gianyar mengatakan bahwa hal itu tidak menjadi masalah jika nantinya bunga Gumitir batal menjadi maskot Kabupaten Bangli. “Kalau tariannya kan boleh-boleh saja, tanpa harus jadi maskot. Seperti tarian bungan sandat yang sudah kita punya, kan masih bisa ditarikan. Hanya saja, kalau ditarikan ditempat lain jangan disebut maskot Bangli,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.